Label:

Korban Perkosaan Milisi Khadafi Lari

Dunia mengenal nama Eman al-Obeidy saat perempuan itu menerobos masuk ke hotel tempat wartawan menginap di Tripoli, Libya. Saat itu dia mengaku menjadi korban pemerkosaan belasan milisi pendukung Presiden Moamar Khadafi.


Kini, kabar baru datang dari dia. Kepada 
CNN, al-Obeidy mengaku telah melarikan diri dari Libya, karena khawatir keselamatan dirinya. Ia menyeberang ke Tunisia Kamis lalu atas bantuan seorang perwira militer yang membelot dari kekuasaan Khadafi.

Saat meninggalkan Tripoli, dia memakai penutup kepala yang menyembunyikan hampir seluruh wajahnya, kecuali mata. Saat memasuki perbataasan Dahibah ia menyamar sebagai orang lokal. Kata dia, perjalanannya kabur dari Libya -- dari mimpi buruknya -- sangat melelahkan.

Jantungnya seakan dipaksa melompat berkali-kali, saat beberapa kali mobil yang ditumpanginya dicegat di pos-pos pengecekan. Untungnya, saat perwira militer itu menunjukkan izin yang dimilikinya, mereka dibolehkan lewat. Al-Obeidy mengaku bisa masuk ke Tunisia dengan dokumen sebagai pengungsi.

Sementara, menurut sumber staf diplomatik Barat, di Tunisia al-Obeidy dijemput diplomat Eropa yang memberikannya lokasi penampungan yang aman, sementara perempuan malang itu merencanakan masa depannya.

Al-Obeidy mengaku takut dikuntit dan merasa masih dalam cengkeraman bahaya, oleh karena itulah ia meminta perlindungan dari negara-negara Barat. "Aku masih tidak tahu apa yang akan kulakukan. Tapi tentu saja, aku ingin berjumpa dengan keluargaku," kata dia. Setelah tragedi pemerkosaan yang dialaminya, ia mengaku belum sempat pulang ke rumah.

Sebelumnya, dalam wawancara dengan 
CNN, Eman al-Obeidy menceritakan apa yang terjadi pada dirinya. Diawali dengan penculikan, ia lalu dibawa ke salah satu markas tentara Moamar Khadafi. Para milisi sedang mabuk, mereka lalu mengikat dan menyiksanya.

Saat itu, di tengah ketidakberdayaannya, ia memutuskan merekam kondisi badannya saat itu, sebagai bukti: bahwa apa yang ia nyatakan adalah benar."Orang-orang menyalahkan saya, karena memamerkan tubuh saya, tapi saya dalam kondisi tertekan dan tak ada cara lain untuk menunjukkan bahwa saya disiksa," kata lulusan sekolah hukum itu.

Ditambahkan Eman al-Obeidy para pelaku yang membuatnya tersiksa masih bebas berkeliaran, tidak dihukum.

Menanggapi pengakuan itu, putra Khadafi, Saadi Khadafi mengatatakan, "Orang-orang yang bertanggung jawab atas kasus pemerkosaan itu harus menerima hukuman." Pujian pun dia lontarkan untuk Obeidy. "Dia perempuan yang kuat."

0 komentar:

Poskan Komentar