Label:

Polda Sulsel Bentuk Tim Penyelidikan Penembak Misterius

Kapolda Sulsel Irjen Johny Wainal menggelar rapat dengan pejabat utama Polda Sulsel, Kapolrestabes Makassar, dan Kapolsek Se-Kota Makassar di Mapolda Sulsel, Jl Perintis Kemerdekaan, Makassar, Rabu (11/5/2011).



Rapat yang dikabarkan digelar mendadak ini membahas situasi keamanan di Makassar dan rencana kegiatan Polda Sulsel. 

Satu di antara bahasan dalam rapat adalah munculnya penembak misterius (petrus). Penembakan terhadap Syafaruddin, Minggu (8/5/2011) lalu hingga menyebabkan sopir pengangkut tabung elpiji ini tewas dan penembakan terhadap mahasiswa Fakultas Hukum UMI Muhammad Nur Husain, Selasa (10/5/2011) membuat Polda membentuk tim khusus untuk menyelidiki kasus ini dan mencari pelaku. 

Kapolda Sulsel menaruh perhatian besar terhadap penembakan ini, terlebih lagi, kemarin Rektor UMI Masrurah Mokhtar meminta Polda Sulsel mengamankan ketat kampus UMI. Penembakan ini menjadi bahasan utama dalam rapat tersebut. Tim khusus ini melibatkan polisi dari Polsekta, Polrestabes, dan didukung Polda Sulsel.

 

Dua sampai tiga hari ke depan tim khusus yang melibatkan puluhan personel ini mulai bekerja dan kemungkinan dikoordinitori polisi dari Polretabes. Dalam rapat, kemarin disebutkan pelaku penembakan ini adalah mahasiswa dari Fakultas Ekonomi. Dugaan ini didasarkan pada kasus sebelumnya yang yang melibatkan mahasiswa fakultas ekonomi dengan kelompok mahasiswa pecinta alam (Mapala) 

"Pascapenembakan ini kami terus melakukan penyelidikan dan membentuk tim khusus dari Polsekta, Polrestabes, dan di-back up Polda. Kapolda memang menaruh perhatian serius terhadap kasus ini, bukan hanya karena ada mahasiswa UMI, tetapi ini sangat meresahkan. Dugaan sementara pelaku penembakan adalah mahasiswa UMI karena ada pertikaian sebelumnya," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Sulsel AKBP Chevy Achmad Sopari kepada Tribun, Rabu (11/5/2011).

Kapolda mengaharapkan pembentukan tim khusus ini agar teror ini segera dituntaskan. Jika pelaku ditangkap, tak segan-segan Kapolda meminta agar ditembak untuk memberi efek jera. Untuk meminimalisir teror penembakan, izin kepemilikan senjata akan ditertibkan dan polisi akan merazia senjata ilegal. 

0 komentar:

Poskan Komentar