Label:

Di Suriah, Stadion Sepakbola Jadi Penjara


Militer Suriah menggunakan stadion-stadion sepakbola sebagai penjara, setidaknya di dua kota di negeri itu--Banias dan Daraa. Direktur dua organisasi hak azasi manusia di Suriah menyatakan setelah menggerebek rumah-rumah dan menangkap ratusan penduduk di kedua kota itu, militer Suriah lantas menggiring mereka ke stadion sepakbola yang mendadak berubah fungsi menjadi kamp tahanan.




Seperti dilansir CNN, Direktur Observatorium Suriah untuk Hak Azasi Manusia Rami Abdul-Rahman mengatakan, lebih dari 400 orang telah ditahan di Banias sejak pekan lalu. Ia menambahkan, otoritas setempat telah mengubah stadion sepakbola di kota itu menjadi tahanan bagi mereka. Sementara di Daraa, pusat pergolakan Suriah yang telah berlangsung sekitar enam minggu ini, terlihat situasi serupa.

“Di Daraa, terjadi banyak penangkapan yang sewenang-wenang, sampai-sampai tentara dan pasukan keamanan menggunakan sekolah dan stadion sepakbola di kota itu sebagai fasilitas tahanan,” kata Ammar Qurabi, Ketua Organisasi Nasional Hak Azasi Manusia di Suriah. CNN melaporkan mereka belum dapat mengkonfirmasi laporan tersebut secara langsung.

Sementara itu di kota Homs, seorang dokter mengatakan bahwa tank-tank disebar di kota itu. Pos-pos pemeriksaan keamanan juga didirikan di tiap pinggiran kota Homs. Di pos-pos keamanan itu, militer dan intelijen memeriksa siapapun yang lewat. Menurut penduduk setempat, pengecekan keamanan di sana sangat ketat, sampai-sampai warga khawatir untuk menggelar aksi demonstrasi.

Saksi mata di Homs mengatakan, ia melihat beberapa orang yang terbunuh dalam demonstrasi pekan lalu, tidak dapat dikuburkan secara layak, karena militer tidak memperbolehkan dilakukannya sebuah upacara penguburan. Mereka khawatir upacara penguburan yang dihadiri oleh sejumlah orang, dapat berubah menjadi aksi demonstrasi.

Sebelumnya, pejabat senior Suriah yang juga penasehat Presiden Bashar al-Assad, Bouthaina Shaaban, mengklaim bahwa pemerintahan Suriah berhasil membungkam kaum pemberontak. “Saya harap kita menyaksikan akhir cerita tentang pemberontakan. Saya rasa kita kini telah melewati momen yang paling berbahaya,” kata Shaaban.

0 komentar:

Poskan Komentar