Label:

Gigihnya Park Ji-Sung, Perkasanya Giggs, dan Senyum Sir Alex

SENYUM  Sir Alex 'Fergie' Ferguson seolah menyatu dengan gempita para pendukung Manchester United di stadion Old Trafford, Minggu (08/05/2011), setelah The Red Devil sukses melumat Chelsea dengan skor akhir 2-1. Hasil ini membuat MU selangkah menuju gelar juara Liga Inggris.

Gol MU diciptakan oleh Javier 'Chicarito' Hernandez kala laga baru berjalan dalam hitungan 40 detik. Chicarito secara dingin menaklukkan Peter Cech usai mendapat umpan matang Park Ji Sung. MU menambah keunggulan saat Nemanja Vidic berhasil menanduk masuk gawang Cech umpan Ryan Giggs pada menit ke-23.

Gol yang diciptakan Frank Lampard di menit ke-69 ternyata hanya gol menghibur saja bagi kegundahan para pendukung Les Blues.

Pada babak kedua, Chelsea terlihat mampu memberikan perlawanan. Alhasil, umpan silang Ramires menuju kotak penalti, terlebih dulu disentuh Ivanovic, diakhiri dengan gol oleh Lampard.

Manchester United bukan tanpa peluang. Tercatat beberapa kali serangan yang dibangun dari sisi kiri melalui Valencia, hampir saja membuahkan gol. Pada menit ke-52, harusnya MU dapat hadiah pinalti, namun tak terlihat oleh wasit saat tangan pemain belakang Chelsea



menyentuh bola di kotak terlarang.

Di menit ke-82, Wayne Rooney hampir saja mencetak gol kalau saja tendangannya tak melenceng. Begitu juga Chicarito, dengan posisi yang bagus, sundulan yang keras, namun masih berada di mistar gawang Peter Chech. Sementara Torres yang menggantikan Kalao di menit ke 52, juga punya peluang bagus. Namun sayang tendangan kerasnya masih menyamping di gawang Edwin Van De Sar.

Dengan hasil ini, MU hanya butuh hasil imbang di dua laga terakhir. Bermain tandang melawan Blackburn Rovers dan menjamu Blackpool di akhir musim kompetisi. Tak berlebihan, bila MU diprediksi dapat menjinakkan kedua tim ini. Kini, MU bertahan di posisi teratas menjauhi Chelsea, juga Arsenal yang lebih dulu dilumat 1-3 oleh Stoke City.

Lepas dari dua gol dari Chicarito dan Vidic, dua gelandang MU Park Ji-Sung dan Ryan Giggs patut diberi apresiasi atas kontribusi mereka dalam laga tersebut. Ji-Sung selama laga terlihat terus bergerak. Kegigihannya nyata di lapangan, pemain negeri gingseng itu mampu merusak ritme permainan sejumlah pilar The Blues kala menguasai bola.

Ryan Giggs? Kematangannya sebagai pemain senior di MU terlihat jelas. Ia seolah memainkan peran dirijen yang tahu kapan harus memainkanbola dalam tempo cepat, sedang, atau lambat. Faktor usia tak membuatnya terlihat lamban. Giggs secara perkasa menguasai lapangan. Umpan apik ke Vidic yang berbuah gol adalah contohnya. 

Peran dua gelandang ini secara sentral membuat Sir Alex tersenyum di akhir laga. Bagi Fergie dengan waktu hampir 25 tahun lamanya, ia sukses meramu pemain dan mampu membawa Manchester United sebagai klub paling menakutkan di benua eropa. Melalui tangan dinginnya, MU sudah banyak diberi gelar. Baik gelar di kancah domestik, Eropa, hingga gelar dunia sudah diraih.

Fergie adalah salah satu pelatih gaek yang mampu melakukan adaptasi dengan permainan sepakbola modern.

0 komentar:

Poskan Komentar