Label:

Polisi Selidiki Uang Rp53 Juta Milik Sigit


Tak hanya menembak mati dua terduga teroris, Sigit Qurdowi dan Hendro Yunianto, dalam penggerebekan di Sukoharjo, Jawa Tengah, Densus 88 Antiteror juga menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya uang sebesar Rp53 juta yang disita dari penggeledahan rumah orang tua Sigit di Jalan Arjuna, Potrojayan, Serengan, Solo pada Minggu, 15 Mei 2011.

Bagaimana nasib uang itu? "Masih dalam lidik (penyelidikan)," kata Kepala Divisi Humas Mabes Polri, Inspektur Jenderal Anton Bachrul Alam dalam pesan singkatnya di Jakarta, Selasa 17 Mei 2011.

Soal uang Rp53 juta dipersoalkan anggota Tim Pengacara Muslim (TPM) Jawa Tengah, Juriyanto. Ia mengatakan, uang tersebut adalah milik orang tua terduga teroris dari hasil penjualan rumah. Rencananya duit itu akan digunakan untuk membeli rumah di Wonogiri.

"Karena tidak mau berhubungan dengan bank dan belum digunakan, masih tersimpan di rumah almarhum," kata Juriyanto ketika dihubungi 
VIVAnews.com, Senin, 16 Mei 2011.

Selain uang, senapan angin yang dibawa Densus 88 juga bukan milik Sigit. Tapi kepunyaan bapaknya. "Bapaknya Sigit suka berburu dengan senapan angin. Itu senapan bukan milik Sigit. Selain itu, rompi yang dibawa Densus juga milik bapaknya. Rompi itu sering digunakan bapaknya untuk berburu," ucap dia.

Sementara itu, terkait bubuk hitam yang ikut disita Densus, Juriyanto menyatakan bahwa serbuk tersebut merupakan bahan riasan yang digunakan ibu Sigit yang seorang juru rias pengantin. "Bubuk hitam itu untuk pewarna pelapis di kening pada pengantin perempuan," tuturnya.

Juriyanto menyangkal keras jika bubuk hitam tersebut dianggap bahan bom. "Ibunya almarhum itu juga sering merias di Keraton Kasunanan Surakarta," papar dia.

Lalu, bagaimana dengan temuan keping VCD porno di rumah Sigit? Juriyanto menjelaskan, VCD porno tersebut merupakan milik adiknya Sigit. "Karena ketahuan bapaknya memiliki VCD porno, selanjutnya kepingan cakram itu pun disita oleh bapaknya," katanya.

Selanjutnya, Juriyanto mengklaim di luar 15 item barang yang diamankan Densus 88, ternyata ada beberapa item yang tidak disebutkan oleh polisi.  Yakni, perhiasan dan uang senilai Rp11 juta yang disimpan di kamar ibunya.
"Kok setelah penggeledehan, perhiasan dan uang tersebut tidak ada. Selain itu juga tidak disebutkan oleh polisi," tanya dia.

0 komentar:

Poskan Komentar