Label:

Keponakan Osama Berpose Nyaris Telanjang

Osama tak berhenti menyerukan jihad melawan negara-negara Barat. Tak semua anaknya setuju.



Siapa tak kenal Osama Bin Laden -- buron teroris paling dicari dan paling dibenci. Ia menjadi dalang serangan teror 11  September 2001 yang menewaskan ribuan orang.


Sebelum tewas di tangan pasukan elit US Navy SEAL Minggu 1 Mei 2011, Osama tak berhenti menyerukan jihad melawan negara-negara Barat. Namun, tak semua anggota keluarganya menuruti anjuran buron yang kepalanya dihargai US$50 juta dollar ini. Sejumlah anggota klan Bin Laden justru merangkul  cara hidup barat.

Lihat saja satu dari 23 putra Osama, Omar Osama bin Laden (29). Alih-alih mengikuti jejak ayahnya, ia justru mengaku ingin menjadi 'duta perdamaian' antara dunia Islam dan Barat. Ia bahkan menikahi seorang perempuan Inggris yang usianya hampir dua kali lipat dari umurnya.

"Saya mencoba dan dan berkata pada ayah saya, cari cara lain untuk mencapai tujuanmu. Bom, senjata, tidak baik dampaknya bagi siapapun."

Menurut sejumlah informasi Omar Bin Laden besar di kamp Jihad di Sudan dan Afghanistan, bersama para pejuang yang menguji senjata kimia pada sejumlah anak anjing.

Dalam wawancara dengan majalah 
Rolling Stone pada 2010, Omar mengaku ingin bekerja di PBB, bertemu Presiden Barack Obama, dan Menlu AS, Hillary Clinton. Dalam wawancara itu, ia bahkan membandingkan dirinya dengan aktor Hollywood, Mel Gibson.

Tak hanya Omar yang nyeleneh, keponakan Osama, Wafah Dufour bahkan melangkah lebih jauh. Lulusan Fakultas hukum Columbia University ini nekat berpose nyaris telanjang di sampul majalah pria
 GQ pada tahun 2005. Badannya hanya ditutupi bulu onta.

Seperti halnya Omar, dia bermimpi jadi bintang Hollywood,  penyanyi atau bintang film. "Meski kerabat, aku tak ada hubungannya dengan dia (Osama). Tapi, karena dia, dunia Barat membenciku, sebaliknya, karena aku memilih menerapkan nilai-nilai Barat, orang-orang Arab Saudi membenciku," kata Wafah Dufour.

 Bahkan ibu kandung Osama pun menolak jalan pikiran putranya itu. "Saya tak ada hubungan dengan organisasi Al Qaeda," kata dia  kepada 
Saudi Newspaper. "Aku hanya khawatir pada anak saya dan pemberitaan tentangnya."

Sementara 
Telegraph pernah memberitakan, sebagai ibu, seperti apapun Osama, tetap ia cintai. "Aku berdoa, Allah menunjukkan jalan yang benar, menjauh dari pikiran yang salah. Saya ibunya yang paling menderita."

Sementara, anak-anak Osama yang lain, mengikuti langkah ayahnya. Anak ketiga Osama, Saad, dikabarkan aktif di Al Qaeda, meski bukan tokoh kunci. Juli 2009 lalu, Saad dikabarkan tewas dalam serangan AS di Pakistan.

Sementara, putra bungsu Osama, Hamza Bin Laden dilaporkan sejumlah media di Pakistan sebagai pemimpin tim yang dikirim untuk membunuh Benazir Bhutto yang tewas Desember 2007 lalu.

Sebuah puisi ditulis Hamza pada tahun 2008 untuk memperingati 7 Juli 2005 pemboman di London yang menewaskan 52 orang.

Dalam puisi itu ia menyebut diri sendiri dengan julukan 'Putra Mahkota Teror', menyerukan penghancuran Amerika Serikat, Inggris, Perancis dan Denmark -- yang jadi target teror karena karikatur Nabi Muhammad. (
sumber: Daily Mail, The Age)

0 komentar:

Poskan Komentar