Label:

Pengawal Perawan Vs Milisi Jompo Khadafi


Orang di seluruh dunia boleh saja benci setengah mati pada Muammar Khadafi, pemimpin Libya yang nyentrik dan mewakili gambaran tokoh antagonis. Namun, di saat-saat sulitnya, sang kolonel tetap dikelilingi para pendukungnya.

Baru-baru ini, Pemerintah Libya bahkan meluncurkan senjata terbaru untuk melindungi Khadafi dari para pemberontak: milisi perempuan.

Sebagai bagian dari peringatan 100 hari pengeboman NATO di Libya, para loyalis membuat parade milisi perempuan yang siap mati demi membela Khadafi di depan media masa dunia.

Menurut 
Guardian, 500 perempuan itu baru saja menyelesaikan program pelatihan yang membekali mereka kemampuan menggunakan senjata api di pangkalan dekat Tripoli, ibu kota Libya. Ada yang masih remaja, namun banyak juga di antaranya yang sudah jompo, nenek-nenek.
Milisi perempuan Khadafi












Di depan para jurnalis, para wanita ini menunjukkan kebolehannya, termasuk membidik target dan mengisi senapan dengan amunisi. Beberapa perempuan difoto saat menembakkan senapan ke udara, atau menghujani tanah dengan peluru.
Ratusan perempuan lainnya menjadi suporter--membawa foto Khadafi sambil mengelu-elukannya, dan memakai perhiasan bergambar wajah sang pemimpin.
Milisi perempuan Khadafi 4












Tak jelas, kapan dan di mana para milisi perempuan ini akan diturunkan. Mungkin, mereka diharapkan ambil bagian melawan pemberontak yang ingin menggulingkan rezim. Juru bicara pemerintah Libya, Moussa Ibrahim mengatakan pada Guardian, "Perempuan Libya saat ini bergabung dengan angkatan perang melawan NATO. Kami melatih mereka. Tugas utama mereka adalah mempertahankan rumah."

Ditambahkan dia, tak ada niat pemerintah untuk mengirim mereka ke garis depan. "Mereka tidak dilatih untuk itu, dan kami yakin tentara kami masih efektif," tambah dia.

Menurut dia, setiap ibu di Libya adalah 'bom' dan 'mesin pembunuh'. Ibraim menegaskan pemerintah Libya dalam kondisi kokoh dan tak mungkin kalah.

Salah satu perempuan anggota milisi mengungkapkan perasaannya. "Kami mencintai Khadafi dan akan mempertahankan negara kami," kata dia. "Khadafi membuat kami bahagia, membuat kami bisa makan dan membuat kami merdeka."
Pengawal molek Khadafi di Prancis















Bukan kali ini saja, para perempuan rela menjadi tameng hidup Khadafi. Ia diketahui juga memiliki pasukan pengawal pribadi yang semuanya perempuan. Khadafi sendiri yang memilih para pengawalnya.
Barisan pengawal wanita yang dinamakan "Pasukan Amazon" ini  dipilih lewat proses yang ketat. Salah satu syaratnya: harus perawan--meski tak jelas apa hubungan keperawanan dengan tugas sebagai pengawal.
Meski tampil macho dengan setelan militer, jago bela diri, dan mumpuni memakai senjata, para pengawal Khadafi selalu tampil molek. Mereka rajin mewarnai kuku, mengenakan lipstik, parfum, serta merawat rambut dan kulit mereka. 
vivanews.com

0 komentar:

Poskan Komentar