Label:

Bocah Ini Diculik dan Dijadikan Bom Berjalan



Sungguh sadis modus baru para teroris untuk menghancurkan sasarannya di Pakistan. Mereka menculik bocah perempuan usia sembilan tahun untuk dijadikan pelaku bom bunuh diri. Beruntung, bocah malang ini berhasil melarikan diri.

Sohana Jawed, 9, mengaku kepada tentara yang menyelamatkannya bahwa dia diculik oleh dua orang wanita pada Sabtu pekan lalu di dekat rumahnya di Peshawar. Kepada Associated Press, Selasa, 21 Juni 2011, jawed mengatakan bahwa dia dibius menggunakan sapu tangan dan dibawa pergi ke suatu tempat.

Jawe mengaku beberapa kali dibius agar tidak menangis. Terbangun pada Senin, 20 Juni 2011, Jawed mengatakan berada di sebuah rumah. Barulah pada Selasa pagi, lelaki dan wanita tidak dikenal memakaikan rompi di tubuh Jawed.

"Pagi ini, lelaki dan wanita itu memaksa saya memakai rompi berat dan memasukkan saya ke dalam mobil," ujarnya.

Menurut kepala polisi distrik Lower Dir, Salim Marwat, rompi itu berisikan sembilan kilogram bahan peledak dan dirancang untuk diledakkan dari jarak jauh menggunakan remote control. "Karena ini anak-anak yang mengenakannya, bom akan diledakkan dari jauh," ujar Marwat.

Penculik kemudian membawa Jawed ke sebuah pos pemeriksaan yang dijaga oleh pasukan paramiliter Pakistan, terletak sekitar 10 kilometer di luar Timergarah, kota utama distrik Lower Dir. Ketika pintu mobil dibuka, Jawed tanpa pikir panjang langsung kabur, berlari sekuat tenaga ke pos pemeriksaan dan langsung menunjukkan rompinya.

"Saya berhasil lepas dari genggaman wanita tersebut dan langsung lari," ujar Jawed yang kala itu berkerudung putih.

Jawed berhasil diselamatkan dan penculiknya langsung tancap gas. Tidak jelas mengapa para penculik tidak meledakkan saja bom itu. Marwat mengatakan mungkin penculik panik dan langsung kabur.

Saat ini, Jawed tengah dalam penanganan psikiater untuk mengatasi traumanya. Militansi bersenjata di Pakistan memang kerap memanfaatkan anak lelaki untuk melakukan serangan. Namun, penculikan dan penggunaan bocah perempuan tidak pernah dilakukan sebelumnya.



VIVAnews.

0 komentar:

Poskan Komentar