Label:

Sejarah Warna Warni Telur Paskah



Ketika mendengar kata Paskah, yang akan terlintas dalam bayangan adalah gambaran sebutir telur dengan corak warna-warni berlatar belakang cahaya lilin. Ya, hari raya umat Kristiani dalam rangka memperingati hari kebangkitan Yesus Kristus ini memang erat dengan tradisi Telur Paskah-nya. Tradisi yang hingga kini masih dilaksanakan umat Kristiani ini sebenarnya memang bukan berasal dari cerita Alkitab. Ingin tahu??

Tradisi Telur paskah dimulai oleh kaum Indo-Eropa atau India-Eropa sebagai simbol musim semi. Bagi kaum Persia orang-orang saling menghadiahkan telur saat musim semi, yang menandakan dimulainya tahun baru. Tradisi ini sudah ada jauh sebelum dimulainya abad Kristen yang kemudian menjadi umum karena secara kebetulan Paskah jatuh pada setiap awal musim semi.


Telur yang berwarna-warni menjadi simbol hari raya Paskah

Tradisi itu akhirnya diterima juga oleh Gereja, karena makna telur memiliki sinergi dengan Paskah yang artinya awal Kehidupan. Dengan kebangkitan Yesus menurut ajaran Kristiani memang bermakna sebagai penebusan dosa-dosa manusia hingga melahirkan manusia yang baru. Oleh Gereja tradisi tersebut diberi istilah Telur Paskah. Telur dihias dengan warna warni, dimakan dan diberikan ke teman atau sahabat sebagai hadiah paskah. Tradisi Telur Paskah kemudian berkembang menjadi tradisi di bangsa-bangsa Eropa Utara (Denmark, Finlandia, Islandia, Norwegia dan Swedia, juga ├ůland, Kepulauan Faroe, Jan Mayen dan Svalbard) dan Asia, namun ternyata tradisi tersebut tidak begitu populer di Eropa Selatan dan Amerika Selatan.

Hingga kini tradisi Telur Paskah dilaksanakan secara berbeda-beda oleh masing-masing negara. Ada yang menarik dari tradisi Telur Paskah di beberapa negara di Dunia. 

1. Di Irlandia anak-anak mengumpulkan telur-telur angsa dan bebek sepanjang Masa Prapaskah, mereka membuat sarang-sarang kecil dari batu, menyimpan dan mengumpulkan sebanyak mungkin telur-telur di tempat itu. Ketika hari Paskah tiba, mereka memakan dan membagi-bagikan telur-telur tersebut kepada saudara, orang tua, dan anak yang lebih kecil yang masih belum mampu mengumpulkan telur paskah.


Anak-anak saling membagi telur paskah

2. Di Kerajaan Inggris Ada tradisi membagikan telur paskah yang dimulai pada abad pertengahan (1307). Saat Raja Edward I berkuasa, Ia memerintahkan agar 450 butir telur direbus menjelang Paskah, diberi warna atau dibungkus dengan warna keemasan kemudian dibagi-bagi ke seluruh anggota kerajaan.

3. Di Jerman ada tradisi kuat dimana telur-telur Paskah dihutang oleh para orang tua dan disebut dengan istilah Dingeier, sehingga sampai sekarang anak-anak menuntut telur-telur Paskah sebagai hadiah mereka pada hari paskah. Kebiasaan ini berkembang di Prancis, Jerman, Austria, dan juga Inggris. Khusus di negara Jerman dan Austria, ada telur khusus berwarna hijau yang digunakan pada hari Kamis Putih yaitu hari memperingati perjamuan malam terakhir Yesus dan murid-muridnya sebelum ditangkap untuk disalib.

4. Orang Armenia menghiasi telur dengan gambar gambar religius kristen seperti Yesus Bangkit, Bunda Maria, untuk dihadiahkan kepada seseorang di hari Paskah.

Itulah sekilas cerita munculnya tradisi Telur Paskah yang hingga kini masih dilakukan oleh umat Kristiani. Tidak ada peraturan khusus untuk menjalankan tradisi ini. Meski begitu, merayakan Paskah dengan Telur berwarna-warni sebagai hadiah akan lebih memeriahkan suasana, dan memberikan kesan tersendiri bagi yang merayakan.


sumber

0 komentar:

Poskan Komentar