Label:

Profil 16 Peserta Euro 2012





sebentar lagi kan bakal ada Euro 2012.. yang akan diikuti 16 peserta yang sudah tersaring melalu kualifikasi. ini nih profil para peserta Euro 2012 nanti.


SILAHKAN DISIMAK
England:


Awal perjalanan panjang Inggris menuju Piala Eropa 2012 ditandai dengan gebrakan luar biasa di partai perdana kualifikasi: Inggris menggebuk Bulgaria 4-0, dengan Jermain Defoe tampil sebagai pahlawan berkat hat-trick-nya. Dua pertandingan berlalu, Inggris merajai Grup G. Akan tetapi harapan Inggris untuk segera memastikan satu tiket ke putaran final menemui jalan terjal setelah menghadapi dua hasil mengecewakan saat ditahan imbang di kandang Montenegro dan Swiss.

Kendati demikian, pasukan Fabio Capello perlahan bangkit dengan kembali menghajar Bulgaria dan menang tipis atas Wales. Dua hasil positif itu praktis sudah cukup mengantar the Three Lions mengunci satu tempat di Polandia-Ukraina. Namun di laga pamungkas kontra Montenegro terjadi insiden yang amat sangat merugikan Inggris, yakni kartu merah Wayne Rooney. Pada laga itu, Inggris sudah sempat memimpin dua gol sebelum dikejar oleh Montenegro untuk memaksakan hasil seri 2-2. Akibat kartu merah itu, Rooney terpaksa harus absen di tiga laga penyisihan grup Piala Eropa.




Prancis:


Bukan tugas yang mudah bagi Prancis untuk lolos dari kualifikasi Euro 2012. Setelah penampilan buruk di Piala Dunia, mereka menderita kekalahan mengejutkan dari Belarusia di kandang sendiri, meski kemudian terbukti menjadi satu-satunya kekalahan mereka pada kualifikasi.

Titik balik Les Bleus terjadi di Bosnia-Herzegovina ketika berhasil mengalahkan tuan rumah 2-0. Akibat serangkaian hasil yang tidak memuaskan, penampilan akhir juga ditandai ketika menghadapi pasukan Safet Susic yang menentukan tiket ke Polandia dan Ukraina tahun depan.

Edin Dzeko membawa Bosnia unggul lebih dahulu, tetapi dengan mengatasi kendala cedera yang mereka hadapi, Prancis mampu menyamakan kedudukan melalui eksekusi penalti Samir Nasri.




Swedia:


Swedia mengawali kualifikasi dengan sempurna, mencetak delapan gol di dua partai pembuka tanpa kebobolan satu pun.

Kekalahan telak 4-1 dari Belanda memang membuat tim Skandinavia itu terpukul, tetapi tim asuhan Erik Hamren itu belajar dari kesalahan dan mulai meraup kemenangan demi kemenangan lagi.

Kemenangan tandang 4-1 atas Moldova, yang kemudian diikuti dengan takluknya tim tetangga Finlandia 5-0, membuat tim-tim lain di Grup E sadar pasukan Swedia menganggap kualifikasi ini sungguh serius.

Hungaria berhasil mengejutkan Swedia 2-1, tetapi hasil tersebut terbukti hanya menjadi batu kerikil bagi Swedia yang mampu mengumpulkan kemenangan hingga partai terakhir saat mereka sukses membalas dendam kepada Belanda dengan kemenangan 3-2 di stadion Rasunda. Hasil itu membuat mereka dipastikan duduk di posisi kedua sekaligus mengakhiri rentetan 17 kemenangan Belanda di pertandingan kualifikasi.




Ukraina:


Di tahun 2007, Ukraina dan Polandia diumumkan sebagai tuan rumah bersama Euro 2012. Penunjukan itu membuat kedua tim otomatis lolos ke turnamen empat tahunan di musim panas itu. Sejak gagal lolos dari babak kualifikasi Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan, Ukraina harus menyiapkan diri dengan menggelar sejumlah gim persahabatan.

Persiapan tim sempat terganggu dengan pengunduran diri pelatih Myron Markevych pada akhir tahun lalu. Ia memutuskan untuk mundur dengan alasan moral, karena menurutnya klub yang juga dilatihnya, Metalist Kharkiv sering diperlakukan dengan tidak fair oleh FFU (Federasi Sepakbola Ukraina/ Ukrainian Football Federation). Yuriy Kalitvintsev sempat ditunjuk sebagai pelatih sementara dan menangani tim dalam delapan gim, sampai kemudian figur legendaris Oleg Blokhin kembali ditunjuk sebagai pelatih untuk membesut Ukraina sejak April lalu.




Kroasia:


Jika bukan karena gemilangnya penampilan Yunani, Kroasia akan mendapatkan banyak pujian di Grup F. Kroasia menunjukkan konsistensi dan permainan yang menjanjikan sepanjang fase kualifikasi. Hal tersebut dapat menunjukkan skuad muda mereka mampu berkembang lebih jauh lagi di Polandia dan Ukraina.

Tidak kemasukan di tiga pertandingan pada empat pertandingan awal kualifikasi, termasuk dua kemenangan meyakinkan dengan skor 3-0, membuat mereka mengawali kualifikasi dengan gemilang, sebelum akhirnya mereka menyerah dari Georgia. Tetapi, Kroasia langsung bangkit dengan memenangkan tiga pertandingan berikutnya.

Bagaimanapun juga, melihat Kroasia kesulitan menghadapi Yunani baik kandang maupun tandang, menyiratkan bahwa Kroasia masih belum terlalu teruji menghadapi tim yang mapan. Jadi, masih patut ditunggu apakah mereka mampu bersaing di Euro 2012 nanti.




Irlandia:


Irlandia hanya sekali menelan kekalahan hingga ke babak play-off. Di babak penentuan ini, mereka mampu membungkam tuan rumah Estonia, meski sebelumnya bermain imbang di kandang sendiri.

Di kualifikasi, Irlandia harus mengakui kekalahan di kandang sendiri di tangan Rusia, yang memang levelnya lebih di atas.

Sebelum kalah dari Rusia, Irlandia mengawali dua pertandingan kualifikasi dengan torehan enam poin, yakni menang impresif atas Aremania dan Andorra.

Dua kemenangan atas Makedonia dan masing-masing satu kemenangan atas Andorra dan Armenia memberikan Irlandia enam poin dari sepuluh pertandingan.

Satu-satunya kesalahan yang diperbuat Irlandia di kualifikasi ini adalah kekalahan dari Rusia, tim yang rangkingnya di FIFA lebih tinggi dari mereka.

Irlandia mengalami dua kali hasil seri saat lawan Slowakia. Beruntung, mereka bisa membawa satu poin dari kandang Rusia di Moskwa.




Italia:


Italia lolos dari kualifikasi Grup C dengan pencapaian nyaris sempurna; tak terkalahkan dan memperoleh tiketnya ketika laga masih tersisa dua.

Serbia yang diperkirakan menimbulkan masalah di lapangan, ternyata merepotkan Azzurri di luar lapangan ketika fans mereka membuat onar di Genoa. Serbia akhirnya harus menerima hukuman 'dikalahkan' tiga gol tanpa balas.

Laga penting bagi Italia sepanjang kualifikasi adalah ketika mengalahkan Estonia di Tallinn. Ini adalah laga perdana Cesare Prandelli sebagai pelatih Azzuri. Italia tertinggal lebih dulu, dan mengejar lewat gol Antonio Cassano dan Leonardo Bonucci.

Italia tidak mengalami kemunduran. Mereka memenangkan enam dari tujuh laga, dan hanya sekali kehilangan angka ketika ditahan Irlandia Utara di Belfast -- sebelum meraih tempatnya di Euro 2012 dengan kemenangan kandang 1-0 atas Slovenia. Giampaolo Pazzini menjadi pahlawan dalam laga itu.Dalam lima Kejuaraan Eropa pertama, Italia hanya sekali tampil di final. Itu pun saat menjadi tuan rumah di tahun 1968.

Sebagai tuan rumah, Italia sedikit diuntungkan. Azzurri lolos ke final dengan mengalahkan Uni Soviet lewat undian koin (coin toss), setelah kedua tim bermain 120 menit tanpa gol. Di final, Italia harus menghadapi Yugoslavia dua kali. Laga pertama berakhir 1-1. Angelo Domenghini mencetak gol yang menyamakan kedudukan.

Di laga kedua, Italia lebih beruntung. Luigi Riva dan Pietro Anastasi mencetak dua gol di babak pertama. Yugoslavia tak bisa mengejar.

Rekor buruk Italia di Kejuaraan Eropa seharusnya berakhir tahun 2000, ketika mereka masuk final lagi. Namun David Trezeguet menggagalkannya lewat golden goal.




Spanyol:


Spanyol melaju ke putaran final Euro 2012 dengan rekor 100 persen kemenangan. Pencapaian itu merupakan kali keempat sepanjang catatan sejarah sebuah tim lolos ke putaran final Piala Eropa dengan rekor sempurna. Lainnya, ada Prancis yang pernah melakukan pada Euro 1992 dan 2004 serta Republik Ceko saat tampil di Euro 2000.

Sepanjang penampilannya di kualifikasi, skuad La Furia Roja ini nyaris tak pernah menghadapi kendala serius hingga membuatnya terjerembab ke dalam bahaya. Tercatat, ada enam kemenangan dari delapan laga penyisihan grup dengan torehan gol lebih dari satu gol.

Ancaman paling serius hanya terjadi ketika melawan Skotlandia di Hampden Park. Ketika itu Spanyol unggul 2-0. Tapi tim tuan rumah mampu menyamakan skor 2-2 sebelum akhirnya Fernando Llorente memastikan kemenangan dengan mencetak gol di sepuluh menit terakhir.

Satu-satunya laga kualifikasi yang sempat membuat anak asuh Vicente del Bosque itu tertinggal ketika melawan Republik Cko di Granada. Namun Spanyol berhasil membalikkan keadaan dengan membalas dua gol.Sebelum 2008, Spanyol tercatat sebagai tim di dalam sepakbola internasional yang miskin prestasi. Satu-satunya gelar internasional dari Piala Eropa diraihnya di kampung halaman sendiri saat mengalahkan Uni Soviet 2-1 pada laga final 1964.

Tapi semua itu berubah drastis ketika memenangkan Euro 2008 di Austria-Swiss. Spanyol akhirnya menjadi tim paling sukses di turnamen ini bersama dengan Prancis. Namun kedua tim ini masih berada di belakang Jerman yang pernah mengangkat tropi Henri Delaunay tiga kali.

Kini, torehan prestasi lainnya juga sudah berada di depan mata. Tim asuhan Del Bosque ini berpeluang untuk menjadi tim ketiga -- setelah Jerman dan Prancis -- untuk bisa mengawinkan gelar Piala Dunia dan Piala Eropa yang tengah menanti di depan. Di Polandia dan Ukraina nanti -- tempat penyelenggaraan bersama Euro 2012 -- Spanyol akan berupaya untuk hadir sebagai negara pertama yang akan mempertahankan mahkota Eropa.




Portugal:


Portugal memulai kualifikasi dengan tidak mulus, kehilangan lima poin dari dua laga awal di bawah asuhan Agostinho Oliveira. Oliveira menggantikan Carlos Queiroz yang terkena sanksi. Paulo Bento kemudian datang, dan mengambil kursi kepelatihan. Kehadiran Bento membawa kestabilan di dalam tim.

Hasilnya Seleccao meraih lima kemenangan berturut-turut. Kendati demikian, Bento menghadapi masalah internal dengan mundurnya Ricardo Carvalho. Akibatnya, Portugal menelan kekalahan dari Denmark di laga terakhir, sehingga harus menjalani laga play-off.

Di babak penentuan ini, Portugal kembali bertemu Bosnia-Herzegovina. Laga tersebut menjadi ulangan play-off menuju putaran final Piala Dunia 2010. Setelah bermain imbang tanpa gol di Zenica, Portugal akhirnya mendapatkan tiket ke Polandia dan Ukraina usai menang 6-2.Portugal pertama kali mengikuti Piala Eropa pada 1960, dan lolos ke perempat-final setelah mengalahkan Jerman Timur. Portugal butuh waktu selama 24 tahun untuk kembali ke turnamen bergengsi di Eropa ini. Mereka tampil meyakinkan, dan berhasil melaju hingga ke semi-final.

Selepas pertengahan 1990-an, Portugal mulai eksis sebagai peserta putaran final. Setelah menembus perempat-final dan semi-final pada 1996 dan 2000, Seleccao mengalami drama menyesakkan ketika menelan kekalahan dari Yunani di final saat menjadi tuan rumah tahun 2004.

Empat tahun berselang, mereka tidak berhasil lolos ke perempat-final setelah dikalahkan Jerman 3-2, yang akhirnya menjadi runner-up turnamen.




Jerman:


Jerman tangguh di laga kualifikasi Piala Eropa 2012. Lihat saja dari catatan statistik mereka untuk bisa meraih tiket lolos ke putaran final di Polandia dan Ukraina.

Jerman memenangi setiap laga mereka, dan mendapatkan poin lebih banyak dari tim lain yang mengikuti kualifikasi di zona Eropa.

Juga banyak dilakukan perubahan di skuad Jerman, mulai dari laga pertama hingga pertandingan terakhir di bulan Oktober. Namun, baik Mario Gomez atau pun Miroslav Klose yang diandalkan di lini depan, atau Bastian Schweinsteiger juga Toni Kroos di sektor tengah, timnas Jerman tetap konsisten di level atas.

Jerman menjadi negara paling sukses di gelaran Piala Eropa. Tiga tropi juara menjadi bukti. Sukses pertama diraih di tahun 1972 dengan Franz Beckenbauer, Gerd Muller, Paul Breitner menjadi bintang kemenangan pada saat itu.

Sukses berlanjut di tahun 1980. Di final, gol Horst Hrbesch yang mengantar Jerman meraih kemenangan atas Belgia di final dan menggondol gelar juara. Dan keberhasilan berikutnya di tahun 1996 dengan Olivier Bierhoff, yang kini menjadi direktur tim Jerman, menjadi penentu sukses tim.

Dan tahun ini, dengan barisan pemain muda, Jerman membidik sukses untuk kali keempat setelah terakhir kali menjadi juara 16 tahun yang lalu.




Denmark:


Denmark mengawali kualifikasi dengan mudah ketika mengalahkan Islandia di kandang, sebelum akhirnya dikalahkan Portugal di Oporto.

Namun tim besutan Morten Olsen ini mampu bangkit dengan meyakinkan, serta meraih empat kemenangan dari lima pertandingan berikutnya. Pada pertandingan terakhir, Denmark berhadapan dengan Portugal.

Menjelang laga di Kopenhagen itu, Cristiano Ronaldo dkk sudah unggul selisih gol dari Denmark. Tim tuan rumah mengawali laga dengan baik sejak pluit kick-off ditiupkan wasit, dan akhirnya memastikan kemenangan 2-1, sehingga memastikan tempat di Polandia dan Ukraina.Denmark memiliki sejarah mengesankan dalam keikutsertaan mereka di Piala Eropa. Negeri kecil Skandinavia ini menempati peringkat keempat pada tahun 1964, dan berhasil mendapatkan hasil lebih baik 20 tahun kemudian ketika dikalahkan Spanyol melalui adu penalti di semi-final.

Kejutan besar kemudian dilakukan Denmark dalam sejarah turnamen benua biru itu pada tahun 1992 ketika mengalahkan Belanda di semi-final berkat kepiawaian Peter Schmeichel di bawah mistar. Denmark pun mengangkat trofi usai menundukkan Jerman di final.

Namun, sukses itu tidak berlanjut di penyelenggaraan berikutnya. Kendati demikian, Denmark kembali memperoleh hasil bagus di tahun 2004 ketika berhasil melaju ke perempat-final.




Belanda:


Setelah gagal di Piala Dunia 2010, Belanda pastinya mencari pelampiasan. Tapi kekecewaan karena takluk di final saat melawan Spanyol masih cukup membekas. Terlihat di penampilan awal mereka setelah ]
Piala Dunia berakhir, di mana kemenangan yang dicatat tak cukup mengesankan.

Tapi Belanda bisa mengembalikan performa terbaik mereka dengan menundukkan Swedia dan Hongaria, untuk menegaskan mereka pantas berlaga di Polandia dan Ukraina.

Bahkan melawan San Marino di kandang sendiri, belanda mencatat rekor tersendiri dengan kemenangan 11-0. Selanjutnya, Belanda tak terbendung meski di akhir kualifikasi kalah 3-2 dari Swedia.Belanda menjadi salah satu raksasa Eropa sekarang ini. Tapi saat pertama kali Piala Eropa digelar, mereka bahkan tidak ambil bagian hingga melakoni debut mereka di tahun 1976.

Dan kesuksesan terbesar mereka adalah saat menjadi juara di tahun 1988. Gelar tersebut menjadi gelar terbesar mereka dalam sejarah sepakbola dunia.

Hanya saja, sejak sukses tersebut, pencapaian terbaik Belanda sejauh ini di Piala Eropa adalah menembus semi-final.




Republik Ceko:


Setelah melakukan start buruk, skuad asuhan Michel Bilek bisa lolos ke putaran final Piala Eropa 2012 lewat jalur playoff. Kemenangan meyakinkan di leg pertama dan penampilan gemilang Petr cech di leg kedua melawan Montenegro yang pada akhirnya memastikan Republik Ceko lolos ke putaran final.

Akan tetapi, lolosnya Republik Ceko masuk ke zona playoff diwarnai kontroversi. Dalam laga melawan Skotlandia, Republik Ceko mendapat keuntungan lewat keputusan penalti yang diberikan untuk Jan Rezek setelah dilanggar Danny Wilson. Rezek pada akhirnya mengungkapkan jika dia sengaja menjatuhkan diri saat Wilson melakukan sentuhan minimalis padanya.Republik Ceko selalu ambil bagian di turnamen empat tahunan di Benua Biru itu. Bahkan sejak menjadi negara independen untuk kali pertama setelah berpisah dengan Slowakia, Republik Ceko nyaris menjadi juara di tahun 1996. Usai menundukkan Italia, Portugal dan Prancis, Republik Ceko melenggang ke final sebelum ditumbangkan Jerman di Wembley.

Republik Ceko bisa membalaskan dendam pada Piala Eropa 2004 dengan menglahkan Jerman dan menembus empat besar, namun akhirnya tersingkir. Di Piala Eropa 2008, Republik Ceko gagal menembus ke babak knockout.




Rusia:


Dengan kekuatan yang tidak berimbang dalam grup mereka serta pergantian pelatih, Rusia hampir saja tidak lolos langsung ke putaran final Euro 2012. Mereka baru memastikannya menjelang pertandingan terakhir penyisihan grup melalui kemenangan 1-0 di markas Slowakia. Hasil tersebut melampiaskan kekalahan Rusia di kandang sendiri dari lawan yang sama pada pertandingan kedua grup.

Kemenangan atas Irlandia di Dublin memberikan sinyal positif kalau Rusia akan melaju dengan mudah, tetapi mereka tersendat ketika tandang ke Armenia serta menjamu Irlandia. Meski demikian, pertahanan mereka begitu kokoh dengan hanya kebobolan empat kali sepanjang sepuluh pertandingan kualifikasi. Tujuh di antaranya dimenangkan Rusia, termasuk melibas Andorra 6-0 di laga terakhir grup.Sejak meneruskan kebesaran nama Uni Soviet, Rusia tidak mampu menyamai prestasi yang pernah dicapai pendahulu mereka ketika menjuarai Euro 1960, mencapai empat semi-final, serta menjadi runner-up pada 1964 dan 1988.

Pada 1992, 1996, dan 2004, mereka kembali lolos ke Euro tetapi tersingkir di babak penyisihan grup. Di bawah kepelatihan Guus Hiddink pada 2008, mereka sukses menembus babak empat besar sebelum dikalahkan Spanyol.




Yunani:


Dalam grup yang bisa dianggap termudah di kualifikasi Euro 2012, Yunani berhasil memperbaiki performa pascahasil mengecewakan, imbang 1-1 kontra Georgia di kandang sendiri, pada gim pembuka guna mengukir catatan tak terkalahkan sepanjang kampanye dan menaklukkan Kroasia untuk menyabet posisi puncak.

Dengan tempat pertama masih terbuka untuk diperebutkan di sisa dua laga terakhir, kemenangan 2-0 atas Kroasia tersebut, yang sempat diwarnai kericuhan antarsuporter, menjadikan armada asuhan Fernando Santos favorit terdepan lolos otomatis ke Euro 2012 sebagai juara grup, dan gol telat striker Angelos Charisteas di gim pamungkas versus Georgia akhirnya memastikan tiket bagi Yunani.Cuma lolos sekali ke putaran final sebelum Piala Eropa 2004, Yunani, yang telah membuat hentakan luar biasa dengan menundukkan Prancis di perempat-final, kian mencengangkan publik sepakbola dunia setelah mengalahkan tuan rumah turnamen edisi tersebut, Portugal, 1-0 pada final di Lisbon sekaligus mencetak salah satu kejutan terbesar sepanjang sejarah kompetisi.

Meski begitu, sukses tahun 2004 itu adalah satu-satunya pergelaran Euro di mana Yunani mampu melaju melewati fase grup. Buruknya kampanye berikut pada 2008 di Austria dan Swiss pun layak dilupakan. Sebagai juara bertahan, Yunani yang kala itu masih diarsiteki Otto Rehhagel mengakhiri Grup D dengan nirpoin dan hanya sanggup melesakkan satu gol. Mereka selalu takluk di tiga laga penyisihan melawan Swedia, Rusia, serta Spanyol.



Polandia:




Persiapan untuk Euro 2012 yang dilakukan Polandia, yang bermain di beberapa stadion di Eropa untuk turnamen musim panas depan, dapat dinilai berjalan dengan baik.

Skuad asuhan Franciszek Smuda tersebut hanya mengalami kekalahan dua kali dalam sepuluh pertandingan terakhir, kekalahan tersebut diderita saat menghadapi Italia dan Prancis.

Polandia juga berhasil membuat kejutan kepada Argentina dan hampir mengalahkan salah satu favorit juara Euro 2012, Jerman, apabila mereka tidak kemasukan di menit terakhir.

Meskipun demikian, Polandia juga mengalami hasil buruk saat dalam catatan mereka sebelum turnamen digelar. Mereka mengalami kekalahan dengan skor 2-0 oleh Lithuania, dimana catatan tersebut menjadi poin terburuk Polandia.
Meskipun Polandia telah mengikuti Piala Dunia sebanyak enam kali, mereka hanya lolos ke turnamen Euro sebanyak satu kali yaitu pada tahun 2008.

Pada tahun tersebut, Polandia gagal lolos dari babak penyisihan grup Euro 2008 meskipun mereka menjadi pemimpin grup saat fase kualifikasi.

Polandia gagal meraih kemenangan satu kali pun di grup B, setelah dikalahkan Jerman dan Kroasia dan bermain imbang dengan Austria. Hal tersebut membuat mereka menghuni juru kunci.

Sebagai salah satu tuan rumah Euro 2012, Polandia berharap memanfaatkan kesempatan mereka untuk lolos dari penyisihan grup. Sebuah hal yang cukup sulit mengingat dua tuan rumah Euro 2008, Austria dan Swiss, gagal lolos dari penyisihan grup.

0 komentar:

Poskan Komentar