Tampilkan postingan dengan label Inspirasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Inspirasi. Tampilkan semua postingan
Label:

(Foto) Gaya Selebrity Saat Bersama Sang Ibu


Ibu dan anak pastinya akan wujud ikatan yang kuat, tidak hanya artis wanita yang manja terhadap sang ibu, pria pun sama manjanya kepada sang ibu.

Berikut foto-foto artis saat bersama sang ibu:

 Happy Mother's Day

Russell Brand a
Russell Brand dan Barbara(ibu)


George Clooney
George Clooney dan Nina(ibu)


odie Foster with her mom Evely
Jodie Foster dan Evely(ibu)


Javier Bardem
Javier Bardem


 Charlize Theron laughs with her mom Gerda
 Charlize Theron dan Gerda (ibu)


judtin
Justin Bieber dan Pattie Mallette (ibu)


Cher poses with her mom Georgia
Cher poses dan Georgia(ibu)


Carey Mulligan and her mother Nano
Carey Mulligan dan Nano(ibu)


Selena Gomez hugs her mother Mandy Cornett i
Selena Gomez danMandy Cornett(ibu)


Kate Hudson and her mother Goldie Hawn i
Kate Hudson dan Goldie Hawn(ibu)


Alicia Keys and her mother Teresa Augello in
Alicia Keys dan Teresa Augello (ibu)


Justin Timberlake and his mother Lynn Harless
Justin Timberlake dan Lynn Harless (ibu)


Stanley Tucci and his mother Joan Tucci
Stanley Tucci dan Joan Tucci (ibu)


Jessica Simpson and her mother Tina
Jessica Simpson dan Tina(ibu)

Label:

Refleksi Penghujung Tahun 2012



SURGA itu bernama keluarga 

Inilah tempat dimana kehadiran pertama kali kita ke dunia yang disertai jerit tangis, disambut dengan senyum tawa penuh kegembiraan. Inilah tempat kita pertama belajar tentang nilai-nilai dan norma-norma sehingga kita bisa menilai sesuatu baik atau buruk.
Di tempat ini pula kita mendapatkan rasa nyaman dan rasa terlindungi dari pengaruh lingkungan diluar. Dan tentu tempat ini pula yang pertama kali kita diberi kasih sayang penuh cinta keikhlasan, sehingga kita mengenal arti dari sebuah pengorbanan. Ini juga tempat yang akan menguatkan kita, ketika kita merasa lemah. Tempat yang akan menggembirakan disaat kita sedang sedih. Tempat yang akan membangkitkan kita dikala kita sedang terpuruk. Inilah tempat dimana kita menemukan kebahagiaan, tempat dimana Tuhan menitipkan sebuah anugerah berupa surga kecil yang akan menemani kita selama di dunia. Dan surga itu bernama keluarga……
Cuma berapa banyak dari kita yang menyianyiakan surga itu. Tak jarang dari kita bahkan mencari kebahagiaan di luar sana. Sering kita tidak ikut acara keluarga hanya karena ada acara dengan teman kita. Tak jarang kita juga mengabaikan waktu untuk sedikit bercengkrama dan bersenda tawa dengan keluarga. Kadang sempat terbersit dipikiran kita sebuah pertanyaan, kenapa kita dilahirkan dari keluarga yang seperti ini. Kita sering berandai-andai, berjikalau, dan berumpama andaikata kita dilahirkan dari keluarga terpandang, dari keluarga harmonis, dari keluarga terhormat, dan keluarga kaya yang serba berkecukupan secara materi. Kita juga sering melihat rumput tetangga lebih hijau dan lebih menarik dari halaman rumah kita.
Berapa banyak dari kita yang ketika pulang ke rumah hanya meninggalkan sisa-sisa energi dari aktivitas kita seharian. Dan orang-orang yang ada di rumah hanya merasakan sedikit sisa energi, sedikit sisa perhatian, sedikit sisa kasih sayang. Bahkan tak jarang pula kita sering memarahi mereka, dan meminta mereka untuk mengerti kesusahan kita, atau sekedar mengerti akan rasa keletihan kita setelah seharian beraktivitas. Padahal mereka sangat membutuhkan sentuhan perhatian dari kita dan mereka tidak butuh dengan oleh-oleh rasa lelah yang kita bawa. Lebih parah lagi ada sebagian dari kita yang pergi memulai beraktivitas saat meraka masih tidur di pagi hari dan baru pulang ketika mereka telah terlelap nyenyak dalam peraduan lagi.
Biasanya kita akan merasakan kehilangan ketika segala sesuatu itunya sudah pergi. Sama seperti kita akan merasakan arti sebuah pertemuan ketika kita akan mengalami perpisahan, kita baru merasakan bahwa mereka sosok yang penting yang selama ini telah mengisi hidup dan memberi warna indah kehidupan kita. Sering dari kita telat untuk meyadari hal itu. Yang tersisa pasti hanya ada rasa penyesalan yang mendalam dan kita berharap agar waktu itu bisa kembali.
So…mulai sekarang tunggu apalagi, kenapa kita harus menunggu kaya dulu untuk bisa memberi, kenapa kita harus menunggu waktu luang untuk bisa bercengkrama, kenapa kita harus menyaratkan sesuatu untuk memberikan sesuatu kepada keluarga. Karena waktu akan terus berjalan, dan kita tidak pernah tau kapan perpisahan itu datang, dan kapan ajal menjemput. Sebelum kita menyesal, dan sebelum kita menyalahkan diri sendiri atas semua yang terjadi….Ya lakukanlah sekarang juga…jaga dan rawat surga kecil yang telah dititipkan Tuhan kepada kita…pupuk dan siramilah keluarga kita dengan air mata kebahagian, dengan senyum keikhlasan, dan keringat pengorbanan, agar menjadi mekar dan bisa berbunga, sehingga kita bisa menikmati buahnya. Mumpung kita masih punya waktu…..

“memahami, berfikir, & percaya untuk saling BERBAGI dengan pemahaman, pengertian, & kepercayaan”



Label:

Tanpa Ijazah, 5 Tokoh Indonesia ini Menggapai Sukses


Kesuksesan tidak bisa diukur dari selembar ijazah atau gelar sarjana. Tekad kuat, kerja keras, dan ketekunan bisa merubah jalan nasib seseorang. Tak terkecuali 5 tokoh yang populer di Indonesia ini, mereka sekarang menjadi inspirasi sesuai bidangnya masing-masing.

 
1. Emha Ainun Najib


Muhammad Ainun Nadjib atau yang biasa di kenal Emha Ainun Nadjib, atau lebih populer dipanggil Cak Nun. Ia menjadi tokoh budaya sekaligus pemuka agama yang kharismatik. Jamaah Maiyah Kenduri Cinta yang digagasnya sejak tahun 1990-an menjadi acara rutin sebagai  forum silaturahmi budaya dan kemanusiaan yang dikemas sangat terbuka, nonpartisan, ringan dan dibalut dalam gelar kesenian lintas gender.

Berbagai pemikirannya di bidang sosial dan keagamaan menjadikannya salah satu tokoh intelektual dalam napas islami. Namun siapa sangka, anak keempat dari 15 bersaudara ini drop out kuliah saat masih di Semester 1 Fakultas Ekonomi Universitas Gajah Mada.

2. Adam Malik
Adam Malik Batubara (lahir di Pematangsiantar, Sumatera Utara, 22 Juli 1917 – meninggal di Bandung, Jawa Barat, 5 September 1984 pada umur 67 tahun) adalah tokoh politik dengan banyak jabatan. Pernah menjadi Menteri Perdagangan, Menteri Luar Negeri, lalu Ketua DPR, hingga puncak karinya sebagai Wakil Presiden Indonesia ke-3 dari tahun 1978-1983.

Adam Malik adalah anak ketiga dari sepuluh bersaudara, lalu  menempuh pendidikan dasarnya di Hollandsch-Inlandsche School Pematangsiantar. Ia melanjutkan di Sekolah Agama Parabek di Bukittinggi, namun hanya satu setengah tahun saja karena kemudian pulang kampung dan membantu orang tua berdagang.

Keinginannya untuk maju dan berbakti kepada bangsa mendorong Adam Malik untuk pergi merantau ke Jakarta. Pada usia 20 tahun, ia bersama dengan Soemanang, Sipahutar, Armijn Pane, Abdul Hakim, dan Pandu Kartawiguna memelopori berdirinya Kantor Berita Antara

3. Ajip Rosidi


Ajip Rosidi adalah sastrawan Indonesia, penulis, budayawan, dosen, pendiri, dan redaktur beberapa penerbit, pendiri serta ketua Yayasan Kebudayaan Rancage. Singkatnya, ia tokoh besar Indonesia di bidang tulis-menulis.

Ajip Rosidi mulai menempuh pendidikan di Sekolah Rakyat Jatiwangi (1950), lalu melanjutkan ke Sekolah Menengah Pertama Negeri VIII Jakarta (1953) dan terakhir, Taman Madya, Taman Siswa Jakarta (1956).

Saat di SMA tersebut, Ajip menolak ikut ujian karena waktu itu beredar kabar bocornya soal-soal ujian. Dia berkesimpulan bahwa banyak orang menggantungkan hidupnya kepada ijazah.

 “Saya tidak jadi ikut ujian, karena ingin membuktikan bisa hidup tanpa ijazah”. Dan itu dibuktikan dengan terus menulis, membaca dan menabung buku sampai ribuan jumlahnya.

Walhasil sampai pensiun sebagai guru besar tamu di Jepang, Dia yang tidak punya ijazah SMA , pada usia 29 tahun diangkat sebagai dosen luar biasa Fakultas Sastra Universitas Padjadjaran. Lalu jadi Direktur Penerbit Dunia Pustaka Jaya, Ketua Ikapi Pusat, Ketua DKJ dan akhirnya pada usia 43 tahun menjadi profesor tamu di Jepang sampai pensiun.

4. Andrie Wongso


Di antara motivator yang terkemuka dewasa ini, Andrie Wongso jadi satu tokoh dengan pengalaman hidup yang penuh inspirasi. Anak ke-2 dari 3 bersaudara ini terlahir dari sebuah keluarga miskin di kota Malang.

Di usia 11 tahun (kelas 6 SD), terpaksa harus berhenti bersekolah karena sekolah mandarin tempat andrie kecil bersekolah ditutup. Masa kecil hingga remajanya pun kemudian dilalui dengan membantu orang tuanya membuat dan berkeliling berjualan kue ke toko-toko dan pasar.

Di usia 22 tahun, Andrie merantau ke Jakarta. Pekerjaan awalnya sebagai salesman produk sabun. Sempat juga menjadi pelayan toko.

Jalur nasibnya berubah saat ia melamar sebagai bintang film dan diterima oleh perusahaan Eterna Film Hongkong, dengan kontrak kerja selama 3 tahun. Tahun 1980, untuk pertama kalinya Andrie ke luar negeri. Setelah melewati 3 tahun merasakan suka dukanya bermain film di Taiwan, Andrie tahu, dunia film bukanlah dunianya lalu dia memutuskan untuk kembali ke Indonesia.

Menandai setiap peristiwa yang telah dilalui, Andrie gemar menuangkannya dalam bentuk kata-kata mutiara di buku hariannya. Saat salah seorang teman kos mencontek kata-kata yang dibuatnya, dari situlah muncul ide membuat kartu ucapan kata-kata mutiara, dengan tujuan selain untuk memotivasi diri sendiri, juga untuk membantu memotivasi orang lain melalui kartu ucapan. Dibantu oleh sang kekasih Haryanti Lenny (sekarang istri), dimulailah bisnis membuat kartu dengan merk HARVEST, yang di kemudian hari, mengukuhkan Andrie sebagai raja kartu ucapan.

Usahanya semakin berkembang sampai ia kemudian mendirikan AW motivation training dan AW Publising, Multimedia serta membuka beberapa outlet AW Success Shop yaitu toko pertama di Indonesia yang khusus menjual produk-produk motivasi.

Kini ia sudah menjadi motivator terkenal - mungkin no.1 di Indonesia. Namanya pun jadi bertambah panjang dengan dua gelar yang disandangnya, Andrie Wongso, SDTT, TBS.

Asal tahu saja, SDTT artinya Sekolah Dasar Tidak Tamat, dan TBS adalah Tapi Bisa Sukses

5. Bob Sadino


Kita boleh memandangnya sekarang sebagai konglomerat, pengusaha sukses yang kaya raya. Namun lika-liku hidupnya bisa memotivasi kita, bahwa apa pun yang terjadi, kesalahan apa pun yang kita perbuat, bila kita sadar dan mau berjuang dari titik nadir, Insya Allah bisa menggapai impian.

Bob Sadino lahir dari sebuah keluarga yang hidup berkecukupan. Ia adalah anak bungsu dari lima bersaudara. Sewaktu orang tuanya meninggal, Bob yang ketika itu berumur 19 tahun mewarisi seluruh harta kekayaan keluarganya karena saudara kandungnya yang lain sudah dianggap hidup mapan.

Bob kemudian menghabiskan sebagian hartanya untuk berkeliling dunia dan tidak melanjutkan kuliah. Dalam perjalanannya itu, ia singgah di Belanda dan menetap selama kurang lebih 9 tahun. Di sana, ia bekerja di Djakarta Lylod di kota Amsterdam dan juga di Hamburg, Jerman. Ketika tinggal di Belanda itu, Bob bertemu dengan pasangan hidupnya, Soelami Soejoed.

Pada tahun 1967, Bob dan keluarga kembali ke Indonesia. Ia membawa serta 2 Mercedes miliknya, buatan tahun 1960-an. Salah satunya ia jual untuk membeli sebidang tanah di Kemang, Jakarta Selatan sementara yang lain tetap ia simpan. Setelah beberapa lama tinggal dan hidup di Indonesia, Bob memutuskan untuk keluar dari pekerjaannya karena ia memiliki tekad untuk bekerja secara mandiri.

Pekerjaan pertama yang dilakoninya setelah keluar dari perusahaan adalah menyewakan mobil Mercedes yang ia miliki, ia sendiri yang menjadi sopirnya. Namun sayang, suatu ketika ia mendapatkan kecelakaan yang mengakibatkan mobilnya rusak parah. Karena tak punya uang untuk memperbaikinya, Bob beralih pekerjaan menjadi tukang batu. Gajinya ketika itu hanya Rp.100. Ia pun sempat mengalami depresi akibat tekanan hidup yang dialaminya.

Suatu hari, seorang teman menyarankan Bob memelihara dan berbisnis telur ayam negeri untuk melawan depresinya. Bob tertarik dan mulai mengembangkan usaha peternakan ayam. Ketika itu, di Indonesia, ayam kampung masih mendominasi pasar. Bob-lah yang pertama kali memperkenalkan ayam negeri beserta telurnya ke Indonesia. Bob menjual telur-telurnya dari pintu ke pintu.

Saat itu hanya orang-orang tertentu dan golongan ekspatriat yang membeli produknya, namun seraya telur ayam negeri mulai dikenal, bisnis Bob pun berkembang hingga sukses.

Label:

Kisah Sukses Buruh Pabrik Yang Menjadi Salah Satu Wanita Terkaya Di Dunia


Cara untuk menjadi kaya ada 3 cara : pertama Anda terlahir dari keluarga kaya sehingga secara otomatis Anda menjadi orang kaya, atau bila tidak pilihlah cara kedua yaitu nikahi orang kaya hingga Anda bisa ikut jadi kaya, tapi cara kedua ini biasanya membutuhkan modal wajah cantik dan ganteng, lalu bila kedua cara tersebut tak bisa dan bukan takdir Anda maka pakailah cara terakhir atau cara ketiga yaitu bekerja keras dibarengi berpikir cerdas, karena bekerja keras saja tidaklah cukup.

Cara ketiga inilah yang ditempuh oleh Zhang Xin wanita yang kini menjadi salah satu wanita terkaya di dunia asal Cina, siapa sangka seorang Zhang Xin yang dulunya hanya seorang biasa-biasa tapi kini menjadi orang yang luar biasa, bagaimana kisah selengkapnya mari kita simak bersama.

Namanya begitu populer di China. Namun siapa sangka, ratu properti ini masa kecilnya penuh dengan kesengsaraan. Zhang Xin, sang ratu properti, menghabiskan masa kecilnya di lantai lima, rumah susun di pinggiran Beijing. Makan nasi ransum dengan mangkuk besi bersama anak-anak pekerja keras China yang lain.

Saat remaja, ia sempat menjadi buruh pabrik di Hong Kong. Bekerja 12 jam dengan shift. Saat kerja inilah, sedikit demi sedit, Zhang bisa mengumpulkan uang. Pada usia 20, Zhang telah memiliki uang cukup, dan memutuskan hijrah ke Inggris. Dia mendapatkan bea siswa di Sussex. Kemudian, dia melanjutkan di Cambridge untuk menyelesaikan gelar master.Pada usia 27 tahun, Zhang berhasil menyelesaikan studi S2 di bidang Development Economics dari Cambridge University.

Seperti kebanyakan orang Asia yang merantau untuk belajar, setelah bekerja keras dan bersaing untuk belajar, Zhang berhasil mendapatkan pekerjaan di perusahaan internasional Goldman Sachs and Travelers Group, membangun karirnya dalam investment banking. Dalam perjalanan karirnya, Zhang telah mewarnai media publikasi bisnis yang terkenal seperti BusinessWeek, Financial Times dan lainnya. Namun yang mengagumkan, Zhang Xin tetap dikenal sebagai seorang pribadi yang low profile di antara perkumpulan perantauan Cina.

Kini, dua dekade setelah dia bekerja keras, Zhang bisa menatap dari lantai atas salah satu bangunan paling bergaya dan bergengsi di Beijing. Itulah bangunan miliknya, yang dibangun dari keringatnya sendiri. Zhang pun menjadi salah satu wanita terkaya dunia.

Di bawah bendera SOHO, Zhang berhasil membangun kerajaan bisnis properti bersama suaminya. Dia berhasil mengubah cakrawala dari rumah beton kotor yang ia tinggali hingga 1970, menjadi gedung yang indah dan futuristik. “Pembangunan ini bertahap dan begitu lama,” katanya.

Dahulu hidupnya amat susah, membayar tagihan pun terasa berat

“Saya teringat ketika kami sedang berjuang membayar gaji dan tagihan. Bagaimana pun perusahaan harus terus bergerak meskipun dengan utang. Dengan kontrol biaya yang ketat, kami pun secara bertahap bisa mendapat keuntungan.” Meski telah sukses, dia tidak mau memamerkan kekayaannya. Penampilannya sangat sederhana. Bila menggunakan make up, tidak begitu kentara. Begitu juga dengan perhiasan, juga tidak berlebih.pakaian sederhana, kegiatan akhir minggu untuk keluarga dan masih bepergian dengan penerbangan kelas bisnis. Tentu hal ini sangat berbeda dengan gaya hidup wanita sukses di negara kita dan di tempat-tempat lain

Ditanya mobil apa yang dia pakai, dia ragu-ragu. Namun akhirnya menjawab. “Oh, itu Lexus. Saya tidak tahu modelnya.” Bahkan dengan triliunan rupiah kekayaan yang ia punya, Zhang tetap mempertahankan sikap hemat. Bila menggunakan pesawat, dia akan menolak menggunakan kelas satu. Padahal bagi dia, sangat mudah terbang ke mana pun dengan tiket paling mahal sekali pun.

Zhang Xin saat menjadi pembicara pada ajang World Economic Forum di Davos, Swiss, 26 Januari 2011

“Ini bukan soal keterjangkauan, ini tentang hati nurani,” katanya. “Kelas bisnis ini sudah cukup nyaman.” Zhang yang sekarang berusia 45, lahir di China. Tumbuh dewasa selama paruh kedua dari Revolusi Kebudayaan (1966-1976). Dia merupakan putri generasi ketiga imigran Tionghoa yang pindah ke Burma dan kembali lagi ke Beijing pada 1950. Keluarga ini tinggal di sebuah bangunan utilitarian. Ibunya bekerja sebagai penerjemah resmi membantu menyebarluaskan pernyataan Deng Xiaoping dan Zhou Enlai. Saat sekolah, setiap siang Zhang pulang untuk makan nasi ransum dari kantin gedung itu.

“Hanya ada tiga jenis makanan, semua cukup buruk,” kenang dia. “Kami masing-masing memegang mangkuk nasi dan dibawa ke kantin. Petugas membagikan makanan dari wadah yang sangat besar,” kata dia sambil menunjuk foto pekerja konstruksi yang sedang mengantre makan di salah satu proyek bangunannya. “Rasanya seperti itu, hanya jauh lebih buruk.”

Saat itu, Zhang mengatakan, Beijing adalah kota muram. “Bangunan-bangunan itu kelabu, semua orang berpakaian abu-abu. Kami tidak pernah melihat langit. Tidak ada gagasan dari langit biru untuk sebuah kemakmuran,” katanya. “Semua orang berpakaian sama, makan sama, perbedaan antara satu orang dengan lain sangat kecil. Mungkin sama seperti perbedaan satu rambut dengan rambut lain di kepala Anda,” ujar Zhang.

Zhang membangun semuanya dari nol

Bekerja sebagai buruh pabrik di Hong Kong baginya tidak jauh lebih baik. “Itu mengerikan,” katanya. Setelah “melarikan diri” ke Inggris, pintu Zhang mulai terbuka. Dengan gelar master ekonomi pembangunan di tangannya, ia mendapat pekerjaan pertamanya di Goldman Sachs.

Pada 1994 ia kembali ke China, tergoda seperti ekspatriat lainnya yang terpikat oleh tawaran zona ekonomi khusus dan reformasi ekonomi. Seorang teman menyarankan Zhang memulai bisnis properti. Pan Shiyi namanya. Dia yang datang dari keluarga lebih miskin dari Zhang, memandang masa depan bisnis properti sangat bagus.

Empat hari kemudian, Pan mengusulkan semua ide kepada perempuan itu. Lalu mereka mendirikan SOHO. Bersama Pan yang kemudian menjadi suaminya, Zhang memulai bisnisnya pada 2007. Perusahaan ini sempat kolaps dengan utang US$ 1,65 miliar, namun kemudian sedikit demi sedikit utangnya bisa direstrukturisasi.

Tentang gaya hidup ini, wanita 45 tahun ini berkata, “Ini bukan tentang kesanggupan, tapi tentang kesadaran”. Ya, sekalipun Anda telah bekerja keras dan bisa membayar apa pun yang Anda inginkan, tidak berarti menghamburkan uang adalah kewajaran. Semoga rasa nasionalisme Zhang Xin kepada negaranya dan kesadaran Zhang untuk hidup sederhana juga dapat menginspirasi kita untuk hidup lebih baik.

Zhang tidak pernah membeli tiket kelas satu setiap naik pesawat

Baru-baru ini majalah Forbes menurunkan profil 10 perempuan miliarder dunia yang kekayaannya dari keringat sendiri. Bukan warisan maupun hibah. Salah satunya Zhang, yang memiliki kekayaan US$ 2 miliar atau sekitar Rp18 triliun.

(Forbes, CNN, The Telegraph)

Label:

Belajar Menghormati Alam dari Orang Rimba



Orang Rimba merupakan salah satu komunitas masyarakat adat  di Indonesia yang mendiami Taman Nasional Bukit  Duabelas, Provinsi Jambi  dan terletak di perbatasaan tiga kabupaten yaitu Batang Hari, Tebo dan Sarolangun.

Mereka tinggal secara berkelompok sekitar 59 kelompok dan kalau dihitung jumlah populasi mereka saat ini kurang lebih sekitar 3500 jiwa (menurut perhitungan 2010).  Yang menarik dari Orang  Rimba adalah mereka terkenal sangat arif terhadap lingkungan. Hingga saat ini Orang Rimba masih mempertahankan tradisi budaya dari nenek moyang yang berpusat pada hutan sebagai sumber filosofisnya.
Namun perlahan tapi pasti, ruang hidup mereka kini terancam akibat maraknya perluasan  perkebunan kepala sawit ke areal Taman Nasional Bukit Duabelas.  Nah seperti apa kondisi mereka saat ini? dan bagaimana Orang Rimba beradaptasi dengan masyarakat luar dengan tetap mempertahankan kelestarian hutan yang menjadi indentitas Orang Rimba?.  Arie Utami* beberapa waktu berkesempatan berbincang dengan Kepala Adat Orang Rimba, Tumengung, Mijak dan Pengendum, saat mereka berada Jakarta bersama Kelompok Makekal Bersatu (KMB) untuk menyuarakan hak-hak mereka dan ancaman yang terjadi di dalam rimba tempat tinggal mereka. Berikut perbincangan mereka.
Bagaimana kehidupan Orang Rimba saat ini?
Ruang hidup kami terdesak, rimba kami terancam. Kami Orang Rimba yang tinggal di dalam bukit Duabelas yang jaraknya berkilo-kilometer jauhnya dari peradaban modern saat ini terancam karena perluasaan perkebunan sawit dan juga terdesak atas nama konservasi.
Pembukaan perkebunan sawit secara besar-besaran membuat dampak yang sangat besar bagi  kehidupan Orang Rimba. Saat ini pohon-pohon untuk acara adat sulit ditemukan karena sudah berganti menjadi tanaman monokultur saja seperti sawit atau pembukaan hutan untuk perkebunan lain.
Apa yang dirasakan Orang Rimba dengan semakin sempitnya ruang hidup di Bukit Duabelas?
Orang Rimba hidup dari alam dan sangat menghormati segala bentuk pemberian dari alam. Bahkan penanda kehidupan Orang Rimba adalah sebuah pohon. Indentitas kami seperti hilang ketika pepohonan kami hilang berubah menjadi lahan perkebunan. Kehidupan kami bergantung pada bercocok tanam dan berburu. Saat ini hutan tempat kami berburu sangat sempit dan juga hewan-hewan yang dulu banyak di hutan sudah berkurang seperti rusa dan kancil.
Di sungai,  air yang biasanya kami langsung minum dari sungai-sungai yang ada di hutan. Tidak ada sumur di dalam rimba. Air sungai pun tidak sembarangan. Mereka hanya minum air yang airnya bening. Bila mereka memasak air, airnya juga diambil dari sungai. Umumnya sungai di rimba airnya sangat jernih dan sangat mengundang siapapun untuk meminumnya. Implikasi dari cara Orang Rimba meminum air adalah larangan untuk buang air besar maupun kecil di dalam sungai-sungai di rimba. Mereka buang air besar di darat. Istilah untuk itu adalah bingguk.
Namun kini tak bisa lagi air sungai  langsung kami minum. Perkebunan sawit menggunakan pestisida dan pupuk yang limbahnya mengalir ke sungai-sungai, tepat kami biasa mengambil air dan luasan sungai itu menjadi lebih dangkal. Sekarang air harus kami masak terlebih dahulu sebelum di minum karena limbah pestisida tersebut sangat merusak air dan tubuh kami menjadi sering sakit.
Pembukaan lahan yang dilakukan beberapa masyarakat (bukan Orang Rimba) pun menjadi salah satu ancaman untuk kami. Mereka sering membuka hutan dengan membakar. Dan hal itu sangat  dilarang oleh hukum adat Orang Rimba. Walaupun dahulu kami tinggal berpindah-pindah, kami tidak diperbolehkan menghancurkan alam. Hukum adat di Orang Rimba berlaku untuk semua bahkan ketika Ketua Adat melakukan kesalahan mereka pun mendapatkan hukuman yang sama. Salah tetap salah, itulah keadilan.
Bisakah Orang Rimba beradaptasi dengan pengaruh kehidupan modern di luar?
Kehidupan kami sederhana, hanya di sebuah bilik dan hutan lah tempat kami hidup. Kami tahu kehidupan dahulu dan saat ini memang sangat berbeda tetapi kami tetap menghormati segala perubahaan. Contoh kecil belakang ini masyarakat kami banyak yang menggunakan pakaian layaknya masyarakat lain karena kami menghormati tamu yang sering berkunjung ke tempat kami.
Begitu juga yang kami inginkan untuk rumah kami, rimba kami, hutan kami di Bukit Duabelas. Masyarakat harus menghormati apa yang ada di Bukit Duabelas bersama menjaga dan menghormati seluruh isinya.
Sumpah orang Rimba : “Ber-ayam kuau, berkambing kijang, berkerbau rusa, beratap lipai, berdinding banir.”  Artinya mereka pantang memakan hewan yang diternakan, dan untuk rumah mereka tidak menebang pohon.
(sumber: beritalingkungan)

Label:

Ahok: Ikan Salmon di Antara gerombolan Hiu di Lautan


Ahok: Ikan Salmon di Antara gerombolan Hiu di lautan

Basuki Tjahaya Purnama atau lebih dikenal dengan nama Ahok, nama yang sontak menjadi buah bibir ditengah masyarakat Indonesia karena berhasil menjadi Pemenang dalam Pemilihan Gubernur DKI Jakarta yang berpasangan dengan Jokowi. Ahok memang sebuah Fenomena baru dalam blantika Perpolitikan Indonesia,berlatar belakang etnis Tionghoa dan non muslim tapi mampu menjungkalkan petarung-petarung yang sudah punya nama. Etnis ,agama dan latar belakang Ahok tidak berarti lagi ditengah masyarakat pemilih yang mayoritas.
Tak banyak orang yang mengenal Ahok ,karena ia hapir jarang terpublikasi di tengah media masa,Publik tersentak ketiga dia tampil di acara Kick Andy yang menampilkan judul “jangan Panggil aku China” di Metro TV,penampiannya ketika itu mempuat public tersentak karena baru mengetahui bahwasanya ada seorang Bupati di Bangka Belitung Timur yang bermarga Tionghoa dan beragama Islam. Lucunya di Kampung Laskar Pelangi tersebut merupakan basisnya Partai Bulan Bintang (PBB).

Alas an Ahok di depan Andy F Noya kala itu hanya sederhana,menurutnya dewasa ini masyarakat sudah cerdas dalam menentukan Pemimpin,dan masyarakat sudah tahu kepada siapa amanah yang akan mereka berikan. Dengan dasar itulah Ahok memantapkan diri untuk bertarung di Pilkada Babeltim,pertama sekali dalam sejarah Indonesia seorang yang beretnis china ikut bertarung dikancah politik (Bupati) dan berhasil menang.

Ahok dan KIPRAH POLITIK

Basuki T Purnama (BTP) yang akrab dipanggil Ahok lahir di Gantung, desa Laskar Pelangi, Belitung Timur.Ia melanjutkan Sekolah Menengah Atas (SMU) dan perguruan tinggi di Jakarta dengan memilih Fakultas Teknologi Mineral jurusan Teknik Geologi Universitas Trisakti.

Setelah menamatkan pendidikannya dan mendapat gelar Sarjana Teknik Geologi (Insiyur geologi) pada tahun 1989, Basuki pulang kampung–menetap di Belitung dan mendirikan perusahaan CV Panda yang bergerak dibidang kontraktor pertambangan PT Timah.

Menggeluti dunia kontraktor selama dua tahun, Basuki menyadari betul hal ini tidak akan mampu mewujudkan visi pembangunan yang ia miliki, karena untuk menjadi pengelolah mineral selain diperlukan modal (investor) juga dibutuhkan manajemen yang profesional.

Sebagai pengusaha di tahun 1995 ia mengalami sendiri pahitnya berhadapan dengan politik dan birokrasi yang korup. Pabriknya ditutup karena ia melawan kesewenang-wenangan pejabat. Sempat terpikir olehnya untuk hijrah dari Indonesia ke luar negeri, tetapi keinginan itu ditolak oleh sang ayah yang mengatakan bahwa satu hari rakyat akan memilih Ahok untuk memperjuangkan nasib mereka.

Dikenal sebagai keluarga yang dermawan di kampungnya, sang ayah yang dikenal dengan nama Kim Nam, memberikan ilustrasi kepada Ahok. Jika seseorang ingin membagikan uang 1 milyar kepada rakyat masing-masing 500 ribu rupiah, ini hanya akan cukup dibagi untuk 2000 orang. Tetapi jika uang tersebut digunakan untuk berpolitik, bayangkan jumlah uang di APBD yang bisa dikuasai untuk kepentingan rakyat. APBD kabupaten Belitung Timur saja mencapai 200 milyar di tahun 2005.
Bermodal keyakinan bahwa orang miskin jangan lawan orang kaya dan orang kaya jangan lawan pejabat (Kong Hu Cu), keinginan untuk membantu rakyat kecil di kampungnya, dan juga kefrustasian yang mendalam terhadap kesemena-menaan pejabat yang ia alami sendiri, Ahok memutuskan untuk masuk ke politik di tahun 2003.
Pertama-tama ia bergabung dibawah bendera Partai Perhimpunan Indonesia Baru (PPIB) yang saat itu dipimpin oleh Dr. Sjahrir. Pada pemilu 2004 ia mencalonkan diri sebagai anggota legislatif. Dengan keuangan yang sangat terbatas dan model kampanye yang lain dari yang lain, yaitu menolak memberikan uang kepada rakyat, ia terpilih menjadi anggota DPRD Kabupaten Belitung Timur periode 2004-2009.

Selama di DPRD ia berhasil menunjukan integritasnya dengan menolak ikut dalam praktik KKN, menolak mengambil uang SPPD fiktif, dan menjadi dikenal masyarakat karena ia satu-satunya anggota DPRD yang berani secara langsung dan sering bertemu dengan masyarakat untuk mendengar keluhan mereka sementara anggota DPRD lain lebih sering “mangkir”. Setelah 7 bulan menjadi DPRD, muncul banyak dukungan dari rakyat yang mendorong Ahok menjadi bupati. Maju sebagai calon Bupati Belitung Timur di tahun 2005, Ahok mempertahankan cara kampanyenya, yaitu dengan mengajar dan melayani langsung rakyat dengan memberikan nomor telfon genggamnya yang juga adalah nomor yang dipakai untuk berkomunikasi dengan keluarganya. Dengan cara ini ia mampu mengerti dan merasakan langsung situasi dan kebutuhan rakyat. Dengan cara kampanye yang tidak “tradisional” ini, yaitu tanpa politik uang, ia secara mengejutkan berhasil mengantongi suara 37,13 persen dan menjadi Bupati Belitung Timur periode 2005-2010. Padahal Belitung Timur dikenal sebagai daerah basis Masyumi, yang juga adalah kampung dari Yusril Ihza Mahendra.

Bermodalkan pengalamannya sebagai pengusaha dan juga anggota DPRD yang mengerti betul sistem keuangan dan budaya birokrasi yang ada, dalam waktu singkat sebagai Bupati ia mampu melaksanakan pelayanan kesehatan gratis, sekolah gratis sampai tingkat SMA, pengaspalan jalan sampai ke pelosok-pelosok daerah, dan perbaikan pelayanan publik lainya. Prinsipnya sederhana: jika kepala lurus, bawahan tidak berani tidak lurus. Selama menjadi bupati ia dikenal sebagai sosok yang anti sogokan baik di kalangan lawan politik, pengusaha, maupun rakyat kecil. Ia memotong semua biaya pembangunan yang melibatkan kontraktor sampai 20 persen. Dengan demikian ia memiliki banyak kelebihan anggaran untuk memperbaiki kesejahteraan masyarakat.
Kesuksesan ini terdengar ke seluruh Bangka Belitung dan mulailah muncul suara-suara untuk mendorong Ahok maju sebagai Gubernur di tahun 2007. Kesuksesannya di Belitung Timur tercermin dalam pemilihan Gubernur Babel ketika 63 persen pemilih di Belitung Timur memilih Ahok. Namun sayang, karena banyaknya manipulasi dalam proses pemungutan dan penghitungan suara, ia gagal menjadi Gubernur Babel.
Dalam pemilu legislative 2009 ia maju sebagai caleg dari Golkar. Meski awalnya ditempatkan pada nomor urut keempat dalam daftar caleg (padahal di Babel hanya tersedia 3 kursi), ia berhasil mendapatkan suara terbanyak dan memperoleh kursi DPR berkat perubahan sistem pembagian kursi dari nomor urut menjadi suara terbanyak.
Selama di DPR, ia duduk di komisi II. Ia dikenal oleh kawan dan lawan sebagai figur yang apa adanya, vokal, dan mudah diakses oleh masyarakat banyak. Lewat kiprahnya di DPR ia menciptakan standard baru bagi anggota-anggota DPR lain dalam anti-korupsi, transparansi dan profesionalisme. Ia bisa dikatakan sebagai pioner dalam pelaporan aktivitas kerja DPR baik dalam proses pembahasan undang-undang maupun dalam berbagai kunjungan kerja. Semua laporan bisa diakses melalui websitenya. Sementara itu, staf ahlinya bukan hanya sekedar bekerja menyediakan materi undang-undang tetapi juga secara aktif mengumpulkan informasi dan mengadvokasi kebutuhan masyarakat. Saat ini, salah satu hal fundamental yang ia sedang perjuangkan adalah bagaimana memperbaiki sistem rekrutmen kandidat kepala daerah untuk mencegah koruptor masuk dalam persaingan pemilukada dan membuka peluang bagi individu-individu idealis untuk masuk merebut kepemimpinan di daerah.
Ahok berkeyakinan bahwa perubahan di Indonesia bergantung pada apakah individu-individu idealis berani masuk ke politik dan ketika di dalam berani mempertahankan integritasnya. Baginya, di alam demokrasi, yang baik dan yang jahat memiliki peluang yang sama untuk merebut kepemimpinan politik. Jika individu-individu idealis tidak berani masuk, tidak aneh kalau sampai hari ini politik dan birokrasi Indonesia masih sangat korup. Oleh karena itu ia berharap model berpolitik yang ia sudah jalankan bisa dijadikan contoh oleh rekan-rekan idealis lain untuk masuk dan berjuang dalam politik. Sampai hari ini ia masih terus berkeliling bertemu dengan masyarakat untuk menyampaikan pesan ini dan pentingnya memiliki pemimpin yang bersih, transparan, dan profesional.
Di tahun 2006, Ahok dinobatkan oleh Majalah TEMPO sebagai salah satu dari 10 tokoh yang mengubah Indonesia. Di tahun 2007 ia dinobatkan sebagai Tokoh Anti Korupsi dari penyelenggara negara oleh Gerakan Tiga Pilar Kemitraan yang terdiri dari KADIN, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara, dan Masyarakat Transparansi Indonesia. Melihat kiprahnya, kita bisa mengatakan bahwa berpolitik ala Ahok adalah berpolitik atas dasar nilai pelayanan, ketulusan, kejujuran, dan pengorbanan; bukan politik instan yang sarat pencitraan.
IKAN SALMON DARI BANGKA BELITUNG

lazimnyanya bila seseorang berkampanye menghambur-hamburkan uang dengan berbagai spanduk dan membagikan sembako serta uang, ia melakukan cara berbeda dengan hanya kartu nama yang dibagi-bagikan kepada penduduk yang tertera no Handphone dan dapat diakses. Cara berpikirnya yang sederhana bahwa keinginan masyarakat itu tidak muluk-muluk. Masyarakat ingin mendapatkan pendidikan,maka pemerintah menyediakan fasilitas, saat masyarakat mengurus identitasnya maka pemerintahnya mempermudah akses mereka, disaat masyarakat membutuhkan pelayanan kesehatan,maka pemerintah wajib membantu untuk mendapatkan hak mereka,oleh karena itu makanya yang dibutuhkan penduduk no Handpone pejabat,gunanya apabila mereka tidak dilayani atau dipersulit maka pejabat yang bersangkutan akan menelp bawahannya untuk membantu masyarakat yang mengalami kendala tersebut. Strategi sederhana ini terbukti, Ahok mendapatkan 37 persen suara di Bangka Belitung timur dan menghantarkannya menjadi Bupati Pertama berasal dari etnis Tionghoa.
Gaya kepemimpinan Ahok selama menjadi Bupati Bangka Belitung Timur sangat berbeda dengan Bupati pada umumnya,ia menginstruksikan kepada kelapa SKPD agar mengaktifkan telpon seluler mereka 24 jam,andaikan jika ada yang keberatan dengan Instruksi ini maka Ahok memberikan jabatan tersebut kepada yang menyanggupi. Tujuannya agar masyarakat jika dalam kesusahan bias menghubungi sang pejabat 24 jam dan tujuh hari dalam seminggu,Sehingga masyarakat mendapat pelayanan yang maksimal.

Ahok hampir sering terlihat di rumah-rumah penduduk,warung dan persawahan,Ahok tipe orang yang tidak betah dikantor dan hampir saban hari ia melihat langsung kelapangan kondisi masyarakat yang dipimpinnya,juga kinerja para bawahannya sehingga aspirasi masyarakat dapat diserap secara langsung dan memantau jalannya pembangunan. Selama menjadi Bupati Rumah Dinasnya selalu ramai dikunjungi oleh penduduk yang ingin menyampaikan isi hati mereka atau hanya sekedar menyampaikan unek-unek mereka, dan penduduk yang bertamu tersebut mendapat pelayanan sama dengan para penjabat yang berkunjung ke rumah dinas Bupati. Awalnya masyarakat ragu karena melihat minuman kaleng dan roti-roti yang jarang mereka lihat,setelah saya yakinkan bahwa “makanan dan minuman ini juga milik bapak ibu, karena makanan dan minuman ini dibeli dari pajak masyarakat” . cerita Ahok ketika tampil di Kick Andy.

Selama menjadi Bupati ,hubungan Ahok dengan DPRD setenpat sempat buruk karena Ahok menginginkan masyarakat BAbeltim bebasa dari biaya pendidikan dan kesehatan,namuan dalam Pembahasan APBD,DPRD tidak setuju dengan mengancam tidak akan menandatangani. Mendengar ucapana tersebut Ahok menjawab dengan santai,”silahkan saya akan menggunakan anggaran tahun lampau yang masih tersisa,jika anda tidak mau menyetujui maka kita sama-sama tidak menerima gaji”. Akhirnya DPRD nyerah dan bersedia menemuinya.
Ketika menjadi Anggota DPRRi sikap kritis dan idealisnya masih tetap terjaga,sehingga keuangannya tertera di blog pribadi Ahok.,dan ia juga pernah menceritakan kepada public bagaimana modus wakil rakya tilap uang kungker yang disampaikanya dalam diskusi “satu tahun ber DPR”pada tahun 2010. Ia menceritakan ketika ikut rombongan berkunjung ke maroko,rupanya dalam perjalanan itu juga ada acra ke Spanyol,dan ia merasa perjalanan ke Spanyol bukan lagi agenda kerja sama bilateral. Mestinya acara tersebut sudah selesai dan Ahok memilih untuk pulang ke Tanah air sedangkan sebagian lagi terbang ke Spanyol,namun agenda Anggota DPR yang ke Spanyol tersebut laporan tertulisnya masih dalam kunjungan ke Maroko sehingga masih nerima uang saku dan akomodasi. Sikap yang bertentangan dengan perangai Politisi pada umumnya ini membuat Ahok sering dikucilkan dalam pergaulan senayan,karena Ahok tidak dapat diajak berkompromi jika sudah berhubungan berhubungan dunia Pragmatisnya apalagi menyangkut KKN.

Akhir 2011 yang lalu ia sibuk bersosialisasi kepada masyarakat Jakarta untuk ikut bertarung pada Pilkada beberapa hari yang lalu.harapan itu hamper ketika tidak mendapat dukungan Partai (Golkar) yang menaunginya, Ahok tidak serta merta patuh atas keinginan partai,ia mengundurkan diri dari DPR dan Golkar untuk menerima tawaran menjadi calon Wakilnya Jokowi dan ia berhasil memenangkan Pilgub DKI mengalahkan Incumbent Fauzi Bowo (rilis quick count).

Ahok merupakan fenomena baru dalam blantika perpolitikan Indonesia,jiwa petarung dan selalu menghadapi resiko membuat watna baru Politisi tanah air. Dalam pandanganya bahwa “ikan yang mengikuti Arus itu adalah ikan mati,sedangkan ikan Salmon yang mahal selalu meloncat dan terbang dalam menantang arus”. Ikan Salmon tersebut hidup ditengah HIu ganas dilautan.

Ditengah politisi Indonesia yang pragmatsi dan cendrung korup,masih ada secuil harapan akan perubahan menuju arah perbaikan moral para politisi,dan Ahok sudah membuka jalan kea rah tersebut,mungkin tidak lama lagi gaya dan sikap Ahok ditiru oleh para politisi muda di Tanah air sehingga memutus rantai Koruptor yang bergelantungan di tubuh sebagian besar politisi. Semoga Ahok menjadi cikal bakal lahirnya Politisi bersih,jujur dan kerja keras untuk kesejahteraan rakyat di Indonesia

Label:

Foto Anak Ajaib yang Sangat Memotivasi Jiwa Anda

Dialah anak yang lahir dengan kekukarang, ia kemana-mana wajib mengunakan kaki palsu, akan tetapi semangat yang dimiliki bocah ini tidak perna padam, ia mampu melakukan aktifitas yang orang normal juga lakukan.









Meskipun punya kerurangan semangat anak yang satu ini tak pernah padam untuk menyambut hari-harinya!semoga menginspirasi anda!

Label:

Petugas Kebersihan Yang Berhasil Kuliah Di Harvard

Loading image...

Di mana ada kemauan, di situ ada jalan. Jutaan orang mengejar impian agar bisa kuliah di salah satu universitas terbaik dunia, Universitas Harvard. Sayangnya, tidak semua orang berhasil memperoleh kesempatan itu. Ashley Dawn Loggins, seorang gadis miskin dan tunawisma berhasil mendapatkan beasiswa di universitas bergengsi tersebut. Inilah kisah yang bisa menjadi inspirasi kita semua.


Ditinggal Orang Tua Sejak Kecil
Ashley Dawn Loggins tahun ini berusia 18 tahun. Namanya terkenal sejak dia diberitakan diterima sebagai mahasiswi Harvard untuk tahun pendidikan 2016. Masa kecil gadis berkacamata ini sangat memprihatinkan. Ashley kecil mendapat penolakan dari orang tuanya yang merupakan pecandu narkoba, dia sering mendapat perlakuan kasar dan tinggal di lingkungan tak sehat yang dipenuhi pengguna narkoba. "Saya melihat keluarga saya hidup dari satu tagihan (hutang) ke tagihan yang lain," ujar Ashley . Hingga akhirnya, kedua orang tua meninggalkan Ashley begitu saja.

Ashley menunjukkan surat dari Harvard, buah manis kerja kerasnya 
 
Kemudian Ashley tinggal bersama nenek yang menyayanginya. Walau begitu, kehidupan Ashley tetap miskin dan tidak diajarkan pentingnya kebersihan. Saat sekolah, Ashley jarang sekali mandi. Dia dan kakak laki-lakinya harus berjalan jauh ke taman kota membawa ember untuk mendapatkan air gratis. Gadis ini harus memakai pakaian yang sama setiap hari selama berbulan-bulan. Sehingga tidak heran jika teman-temannya sering mengejek Ashley dengan panggilan jelek atau bodoh. Jika sudah begitu Ashley akan pulang sekolah sambil menangis setiap hari.


Dari Gelandangan Menuju Harvard
Saat SMA, penasihat sekolah, Robyn Putnam memberi jalan yang membawa perubahan bagi Ashley. Selain diberi pakaian, penasihat sekolah tersebut menyarankan agar Ashley mengejar ketinggalan pelajaran sekolah secara online. Agar bisa membiayai keperluan hidup sehari-hari, Mr Putman memberi Ashley pekerjaan sebagai petugas kebersihan sekolah dan diizinkan tinggal di sekolah. Ashley harus memastikan kelas, toilet dan semua ruangan sekolah bersih sebelum pelajaran dimulai.

 
 
Ashley saat menjadi petugas kebersihan sekolah

Walaupun awalnya berat dan merasa malu, Ashley segera beradaptasi. Dengan penghasilan dan kehidupan yang lebih baik, Ashley bisa terus berprestasi, semua nilai ujiannya selalu A.  Tidak ada yang sia-sia dari sebuah kerja keras. Pada akhir masa SMA, Ashley mendaftarkan diri di empat universitas dan semua menerimanya, termasuk Universitas Harvard. Ashley akan mendapat beasiswa penuh dan tempat tinggal selama kuliah, tetapi perjuangannya masih belum selesai karena dia harus membeli sendiri berbagai buku dan keperluan sehari-hari.


Ingin Membantu Orang Lain
"Rasanya luar biasa karena saya telah menyelesaikan semua ini dengan kerja keras dan bisa mencapainya," ujar Ashley sambil menangis bahagia dalam wawancara bersama CNN. Gadis ini tidak lupa berterima kasih pada semua orang yang telah membantunya. Ashley juga tidak lupa untuk berbagi pada anak-anak lain yang bernasib sama atau lebih buruk darinya untuk mendapat pendidikan. Dia memiliki rencana untuk mendirikan sebuah yayasan non laba untuk saling membantu. "Satu-satunya cara untuk keluar dari kemiskinan adalah pendidikan," ujarnya.

Selama setiap orang memiliki impian, mereka pasti bisa mewujudkannya. Tidak alasan untuk tidak mewujudkan impian. Semua itu tergantung pada Anda, bukan pada orang lain, demikian pesan Ashley.

Label:

Pidato Terhebat Anak Kecil Yang Membungkam Dunia



Cerita ini berbicara mengenai seorang anak yg bernama Severn Suzuki, seorang anak yg pada usia 9 tahun telah mendirikan Enviromental Children's Organization ( ECO ).

ECO sendiri adalah sebuah kelompok kecil anak yg mendedikasikan diri untuk belajar dan mengajarkan pada anak" lain mengenai masalah lingkungan.

Dan mereka pun diundang menghadiri Konfrensi Lingkungan hidup PBB, dimana pada saat itu Severn yg berusia 12 Tahun memberikan sebuah pidato kuat yg memberikan pengaruh besar ( dan membungkam ) beberapa pemimpin dunia terkemuka.

Apa yg disampaikan oleh seorang anak kecil ber-usia 12 tahun hingga bisa membuat RUANG SIDANG PBB hening, lalu saat pidatonya selesai ruang sidang penuh dengan orang terkemuka yg berdiri dan memberikan tepuk tangan yg meriah kepada anak berusia 12 tahun.

Inilah Isi pidato tersebut: (Sumber: The Collage Foundation)


Halo, nama Saya Severn Suzuki, berbicara mewakili E.C.O - Enviromental
Children Organization
Kami adalah kelompok dari Kanada yg terdiri dari anak-anak berusia 12
dan 13 tahun, yang mencoba membuat perbedaan: Vanessa Suttie, Morga,
Geister, Michelle Quiq dan saya sendiri. Kami menggalang dana untuk
bisa datang kesini sejauh 6000 mil untuk memberitahukan pada anda
sekalian orang dewasa bahwa anda harus mengubah cara anda, hari ini di
sini juga. Saya tidak memiliki agenda tersembunyi. Saya menginginkan
masa depan bagi diri saya saja.

Kehilangan masa depan tidaklah sama seperti kalah dalam pemilihan umum
atau rugi dalam pasar saham. Saya berada disini untuk berbicara bagi
semua generasi yg akan datang.

Saya berada disini mewakili anak-anak yg kelaparan di seluruh dunia
yang tangisannya tidak lagi terdengar.

Saya berada disini untuk berbicara bagi binatang-binatang yang sekarat
yang tidak terhitung jumlahnya diseluruh planet ini karena kehilangan
habitatnya. Kami tidak boleh tidak di dengar.

Saya merasa takut untuk berada dibawah sinar matahari karena
berlubangnya lapisan OZON. Saya merasa takut untuk bernafas karena
saya tidak tahu ada bahan kimia apa yg dibawa oleh udara.

Saya sering memancing di Vancouver bersama ayah saya hingga beberapa
tahun yang lalu kami menemukan bahwa ikan-ikannya penuh dengan kanker.
Dan sekarang kami mendengar bahwa binatang-binatang dan tumbuhan satu
persatu mengalami kepunahan tiap harinya - hilang selamanya.

Dalam hidup saya, saya memiliki mimpi untuk melihat kumpulan besar
binatang-binatang liar, hutan rimba dan hutan tropis yang penuh dengan
burung dan kupu-kupu. Tetapi sekarang saya tidak tahu apakah hal-hal
tersebut bahkan masih ada untuk dilihat oleh anak saya nantinya.

Apakah anda sekalian harus khawatir terhadap masalah-masalah kecil ini
ketika anda sekalian masih berusia sama serperti saya sekarang?

Semua ini terjadi di hadapan kita dan walaupun begitu kita masih tetap
bersikap bagaikan kita masih memiliki banyak waktu dan semua
pemecahannya. Saya hanyalah seorang anak kecil dan saya tidak memiliki
semua pemecahannya. Tetapi saya ingin anda sekalian menyadari bahwa
anda sekalian juga sama seperti saya!

Anda tidak tahu bagaimana caranya memperbaiki lubang pada lapisan ozon kita.
Anda tidak tahu bagaiman cara mengembalikan ikan-ikan salmon ke sungai
asalnya.
Anda tidak tahu bagaimana caranya mengembalikan binatang-binatang yang
telah punah.

Dan anda tidak dapat mengembalikan hutan-hutan seperti sediakala di
tempatnya, yang sekarang hanya berupa padang pasir. Jika anda tidak
tahu bagaima cara memperbaikinya. TOLONG BERHENTI MERUSAKNYA!

Disini anda adalah delegasi negara-negara anda. Pengusaha, anggota
perhimpunan, wartawan atau politisi - tetapi sebenarnya anda adalah
ayah dan ibu, saudara laki-laki dan saudara perempuan, paman dan bibi
- dan anda semua adalah anak dari seseorang.

Saya hanyalah seorang anak kecil, namun saya tahu bahwa kita semua
adalah bagian dari sebuah keluarga besar, yang beranggotakan lebih
dari 5 milyar, terdiri dari 30 juta rumpun dan kita semua berbagi
udara, air dan tanah di planet yang sama - perbatasan dan pemerintahan
tidak akan mengubah hal tersebut.

Saya hanyalah seorang anak kecil namun begitu saya tahu bahwa kita
semua menghadapi permasalahan yang sama dan kita seharusnya bersatu
untuk tujuan yang sama.

Walaupun marah, namun saya tidak buta, dan walaupun takut, saya tidak
ragu untuk memberitahukan dunia apa yang saya rasakan.

Di negara saya, kami sangat banyak melakukan penyia-nyiaan. Kami
membeli sesuatu dan kemudian membuang nya, beli dan kemudian buang.
Walaupun begitu tetap saja negara-negara di Utara tidak akan berbagi
dengan mereka yang memerlukan.
Bahkan ketika kita memiliki lebih dari cukup, kita merasa takut untuk
kehilangan sebagian kekayaan kita, kita takut untuk berbagi.

Di Kanada kami memiliki kehidupan yang nyaman, dengan sandang, pangan
dan papan yang berkecukupan - kami memiliki jam tangan, sepeda,
komputer dan perlengkapan televisi.

Dua hari yang lalu di Brazil sini, kami terkejut ketika kami
menghabiskan waktu dengan anak-anak yang hidup di jalanan. Dan salah
satu anak tersebut memberitahukan kepada kami: " Aku berharap aku
kaya, dan jika aku kaya, aku akan memberikan anak-anak jalanan
makanan, pakaian dan obat-obatan, tempat tinggal, cinta dan kasih
sayang " .

Jika seorang anak yang berada dijalanan dan tidak memiliki apapun,
bersedia untuk berbagi, mengapa kita yang memiliki segalanya masih
begitu serakah?

Saya tidak dapat berhenti memikirkan bahwa anak-anak tersebut berusia
sama dengan saya, bahwa tempat kelahiran anda dapat membuat perbedaan
yang begitu besar, bahwa saya bisa saja menjadi salah satu dari
anak-anak yang hidup di Favellas di Rio; saya bisa saja menjadi anak
yang kelaparan di Somalia ; seorang korban perang timur tengah atau
pengemis di India .

Saya hanyalah seorang anak kecil, namun saya tahu bahwa jika semua
uang yang dihabiskan untuk perang dipakai untuk mengurangi tingkat
kemiskinan dan menemukan jawaban terhadap permasalahan alam, betapa
indah jadinya dunia ini.

Di sekolah, bahkan di taman kanak-kanak, anda mengajarkan kami untuk
berbuat baik. Anda mengajarkan pada kami untuk tidak berkelahi dengan
orang lain, untuk mencari jalan keluar, membereskan kekacauan yang
kita timbulkan; untuk tidak menyakiti makhluk hidup lain, untuk
berbagi dan tidak tamak. Lalu mengapa anda kemudian melakukan hal yang
anda ajarkan pada kami supaya tidak boleh dilakukan tersebut?

Jangan lupakan mengapa anda menghadiri konperensi ini, mengapa anda
melakukan hal ini - kami adalah anak-anak anda semua. Anda sekalianlah
yang memutuskan, dunia seperti apa yang akan kami tinggali. Orang tua
seharus nya dapat memberikan kenyamanan pada anak-anak mereka dengan
mengatakan, " Semuanya akan baik-baik saja , 'kami melakukan yang
terbaik yang dapat kami lakukan dan ini bukanlah akhir dari
segalanya.”

Tetapi saya tidak merasa bahwa anda dapat mengatakan hal tersebut
kepada kami lagi. Apakah kami bahkan ada dalam daftar prioritas anda
semua? Ayah saya selalu berkata, “Kamu akan selalu dikenang karena
perbuatanmu, bukan oleh kata-katamu”.

Jadi, apa yang anda lakukan membuat saya menangis pada malam hari.
Kalian orang dewasa berkata bahwa kalian menyayangi kami. Saya
menantang A N D A , cobalah untuk mewujudkan kata-kata tersebut.

Sekian dan terima kasih atas perhatiannya.